0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sosok HS Terduga Pedofil di Padang, Disebut Dipecat Tapi Masih Bekerja di LPKS-ABH

covesia
covesia - Sat, 15 Feb 2020 17:33
Dilihat: 27
Sosok HS Terduga Pedofil di Padang, Disebut Dipecat Tapi Masih Bekerja di LPKS-ABH

Covesia.com - HS (29) merupakan petugas kebersihan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) Kasih Ibu Kota Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang diduga melakukan tindak pelecehan seksual kepada 2 anak.

Keberadaannya sebagai terduga pedofilia di pusat rehabilitasi sosial bagi anak-anak, memunculkan kekhawatiran, terutama di lingkungan pusat rehabilitasi yang berada di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Diberitakan sebelumnya, korban pertama tindakan terduga HS adalan bocah 4 tahun yang dilecehkan pada pertengahan Desember tahun lalu. Sedangkan korban kedua adalah seorang remaja putri 13 tahun, yang dilecehkan pada Januari 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Covesia.com, pelaku bekerja sebagai petugas kebersihan di LPKS ABH Kasih Ibu lebih kurang 4 tahun lalu. Dia dikenal sebagai sosok yang dekat dan pandai mengambil hati anak-anak. HS sering membelikan es krim, cemilan, atau kue untuk mereka.

Hingga pertengahan Februari 2020, pelaku masih berada di pusat rehabilitasi itu, meski disebut oleh pihak terkait telah diberhentikan dari pekerjaannya.

Berdasarkan penelusuran Covesia.com, pada Jumat (14/2/2020), pelaku HS masih terlihat aktif bekerja di LPKS ABH Kasih ibu. Pertengahan Januari lalu, pelaku sempat dipanggil dan disidang oleh pimpinan Dinsos Kota Padang.

"Tapi anehnya pelaku masih saja bekerja hingga sekarang," ujar sumber Covesia tersebut.

Afriadi, selaku Kepala Dinsos Kota Padang saat dihubungi Covesia, Sabtu (15/2/2020) menyatakan, pada Januari lalu, sempat dilakukan tes urin terhadap terduga di Dinas Kesehatan Kota Padang.

"Berdasarkan hasil tes urin, ada mengarah ke sana (pelaku positif narkoba)," ujarnya.

Afriadi juga mengaku jika HS sudah dipecat dari pekerjaannya sejak Januari 2020. Namun dia tidak menyebutkan, secara detil tanggal pemecatan di bulan itu.

"Anak itu (pelaku) sudah diberhentikan dengan tidak hormat karena ada menjurus seperti itu (melecehkan dua orang anak)," ujarnya.

Afriadi juga menyebut jika teruga pelaku mengalami kelainan jiwa, berdasarkan hasil pemeriksaan psikolog dari Dinsos Kota Padang.

Dia juga beralasan tidak melakukan tindakan cepat lantaran masih melakukan beberapa proses klarifikasi dan pemeriksaan atas tindakan terduga HS. Selain itu, alasannya adalah HS sudah memiliki SK (pegawai). Oleh karena itu, Dinsos perlu melakukan pertimbangan, sebutnya.

"Mulai ketahuan, kita selidiki dulu, apakah benar kita datangkan tim dulu. Kan tidak mudah memberhentikan orang. Dicek semuanya dulu," ujarnya.

Saat ini, sebutnya, pelaku sudah tidak lagi berstatus sebagai pegawai di sana.

Berbeda dengan keterangan yang diperoleh Covesia, bahwa hingga kemarin (Jumat, 14/1/2020), terduga HS masih saja menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Dugaan lain muncul tentang mengapa HS masih bekerja di lingkungan rehabilitasi yang didiami anak-anak itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Covesia, meski hanya bekerja sebagai petugas kebersihan, pelaku tidak (benar-benar) dipecat, diduga karena memiliki hubungan kekeluargaan dengan seseorang di Dinas Sosial Provinsi Sumbar.

"Bekingannya kuat," ujar sumber Covesia.

Berdasarkan informasi dari sumber Covesia di LPKS-ABH, para karyawan juga berharap pimpinan Dinsos Kota Padang segera menyelesaikan kasus tersebut. Mereka tidak berani mengadukan kasus tersebut ke kepolisian karena takut mendapatkan intimidasi dari pihak pimpinan Dinsos Kota Padang berupa pemecatan dan karena alasan bekingannya kuat tadi.

Muncul dugaan Dinsos menutup-nutupi kasus tersebut dengan tujuan untuk menjaga nama baik instansi. Dugaan itu pun tak ditampik Kepala Dinsos Kota Padang, Afriadi.

"Semua orang kayak gitu. Tidak hanya Dinas Sosial saja. Kalau diselesaikan di bawah (Dinsos Kota Padang), untuk apa lagi dibawa ke atas (ke luar instansi Dinsos Padang)," katanya.

(fkh/rdk)

Baca juga: Sudah Dua Anak di LPKS ABH Kasih Ibu jadi Korban Pedofil, Kenapa Terkesan Ditutupi?

Baca juga: Ini Kronologi Pelecehan Seksual oleh Terduga Pedofil di LPKS ABH Kasih Ibu Kota Padang

Sumber: covesia

Sosok HS Terduga Pedofil di Padang, Disebut Dipecat Tapi Masih Bekerja di LPKS-ABH

Sosok HS Terduga Pedofil di Padang, Disebut Dipecat Tapi Masih Bekerja di LPKS-ABH

Sosok HS Terduga Pedofil di Padang, Disebut Dipecat Tapi Masih Bekerja di LPKS-ABH

Sosok HS Terduga Pedofil di Padang, Disebut Dipecat Tapi Masih Bekerja di LPKS-ABH

Sosok HS Terduga Pedofil di Padang, Disebut Dipecat Tapi Masih Bekerja di LPKS-ABH

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya