0
Thumbs Up
Thumbs Down

Studi: Patah Hati Meningkat Selama Pandemi Covid-19

okezone
okezone - Thu, 21 Oct 2021 11:35
Dilihat: 78
Studi: Patah Hati Meningkat Selama Pandemi Covid-19

STUDI terbaru yang diterbitkan di Journal of American Heart Association mengungkapkan bahwa kondisi medis yang mengancam jiwa, dikenal dengan sindrom patah hati, dilaporkan meningkat selama pandemi Covid-19.

Sindrom yang juga dikenal sebagai Kardiomiopati Takotsubo tersebut menyebabkan otot jantung tiba-tiba melemah dan umumnya terjadi setelah periode stres emosional dan fisik yang parah. Meski mengancam jiwa, kebanyakan orang pulih dalam dua bulan.

Bagaimana studi ini selengkapnya?

Jadi, dalam studi tersebut diterangkan bahwa baik pria maupun wanita terus mengalami peningkatan sindrom patah hati ini selama beberapa tahun terakhir, dengan wanita berusia 50 hingga 74 tahun mengalami peningkatan yang sangat berarti.

Baca Juga : Vaksin Pfizer Ampuh Cegah Remaja Dirawat di RS Akibat Covid-19

Bukan tanpa sebab, menurut data analisis dari 135.463 kasus sindrom patah hati yang dilaporkan di rumah sakit Amerika Serikat dari 2006 hingga 2017, ditemukan bahwa perempuan menempati 88,3 persen dari semua kasus, dengan wanita tua paling banyak kasusnya.

"Perempuan tua 12 kali lipat lebih tinggi dari perempuan dan pria yang lebih muda," terang laporan tersebut, dikutip dari Fox News, Kamis (21/10/2021).

Dikatakan dr Susan Cheng, penulis studi senior, kondisi peningkatan ini sangat menarik perhatian sekaligus mengkhawatirkan. Stres, kata para peneliti, menjadi penyebab paling besar dibandingkan fase menopause.

"Seiring bertambahnya usia dan mengambil lebih banyak tanggung jawab hidup serta pekerjaan, perempuan mengalami tingkat stres yang lebih tinggi. Bahkan, meningkatnya digitalisasi di setiap aspek kehidupan juga memberi tekanan tersendiri," kata dr Cheng.

Penelitian ini juga melihat bahwa pandemi Covid-19 memberi dampak berarti pada peningkatan kasus sindrom patah hati ini. Hal itu dilihat dari data pre-pandemi yang diketahui bahwa pandemi menyebabkan peningkatan lebih lanjut dalam tingkat stres yang dialami seseorang. Bahkan, peneliti mempercayai bahwa banyak kasus patah hati yang tidak terdeteksi dan dilaporkan di masa pandemi ini.


"Kami tahu ada efek mendalam pada koneksi jantung dan otak selama pandemi berlangsung. Kami berada di puncak gunung es dalam hal mengukur apapun itu," kata dr Cheng. Artinya, masih banyak hal yang dapat ditemukan dari pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih terjadi.

Sumber: okezone

Studi: Patah Hati Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Studi: Patah Hati Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Studi: Patah Hati Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Studi: Patah Hati Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Studi: Patah Hati Meningkat Selama Pandemi Covid-19

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya