0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tak Becus Urus Afghanistan, Taliban Minta Bantuan ke Uni Eropa

genpi
genpi - Mon, 29 Nov 2021 08:25
Dilihat: 51

GenPI.co - Kondisi Afghanistan yang makin mengenaskan membuat Taliban meminta bantuan ke Uni Eropa dalam sebuah pembicaraan yang berlangsung pada akhir pekan lalu.

Pernyataan Uni Eropa pada Minggu (28/11) malam mengungkap bahwa kedua pihak berbicara mengenai kondisi kemanusiaan yang terjadi di negara itu.

Taliban dan Uni Eropa masing-masing mengirim pejabat senior ke ibukota Qatar, Doha, untuk melakukan pembicaraan. Pertemuan ini terjadi tepat sebelum dua negosiasi 2 minggu antara AS dan Taliban yang akan dimulai Senin (29/11), juga di Doha.

Layanan Tindakan Eksternal Eropa (EEAS) Uni Eropa mengatakan dalam pernyataannya bahwa dialog itu tidak menyiratkan pengakuan UE atas pemerintah Taliban.

"Namun merupakan bagian dari keterlibatan operasional Uni Eropa, demi kepentingan rakyat Afghanistan," bunyi pernyataan itu.

Delegasi Taliban dipimpin oleh menteri luar negeri sementara Amir Khan Mutaqqi, didampingi oleh menteri sementara untuk pendidikan dan kesehatan, penjabat gubernur bank sentral, dan pejabat dari kementerian luar negeri, keuangan dan dalam negeri dan direktorat intelijen.

Pihak Uni Eropa dipimpin oleh utusan khusus untuk Afghanistan Tomas Niklasson, bersama pejabat dari EEAS dan layanan Komisi Eropa yang menangani bantuan kemanusiaan, kemitraan internasional, dan migrasi.

Dalam pembicaraan itu, Taliban berjanji untuk memenuhi janjinya tentang "amnesti" bagi warga Afghanistan yang telah menentangnya.

Pihak Taliban juga berkomitmen kembali untuk mengizinkan warga Afghanistan dan orang asing pergi jika mereka menginginkannya, tetapi meminta bantuan untuk mempertahankan operasi bandara agar itu bisa terjadi.

"Kedua belah pihak menyatakan keprihatinan mendalam tentang situasi kemanusiaan yang memburuk di Afghanistan saat musim dingin tiba," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa Uni Eropa akan terus memasok bantuan kemanusiaan.

Pihak Uni Eropa menekan Taliban untuk menciptakan "pemerintahan inklusif", mendorong demokrasi, memastikan anak perempuan memiliki akses yang sama ke sekolah, dan mencegah Afghanistan menjadi basis bagi kelompok "yang mengancam keamanan orang lain".

Jika Taliban memenuhi persyaratan itu, Uni Eropa dapat membuka pembiayaan tambahan untuk penguasa baru Afghanistan yang kekurangan uang tetapi hanya "untuk keuntungan langsung rakyat Afghanistan".

"Taliban menegaskan kembali bahwa mereka akan menegakkan hak asasi manusia sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan akan menyambut kembali misi diplomatik yang telah ditutup," menurut pernyataan itu.(*)

Video viral hari ini:

Sumber: genpi

Tak Becus Urus Afghanistan, Taliban Minta Bantuan ke Uni Eropa

Tak Becus Urus Afghanistan, Taliban Minta Bantuan ke Uni Eropa

Tak Becus Urus Afghanistan, Taliban Minta Bantuan ke Uni Eropa

Tak Becus Urus Afghanistan, Taliban Minta Bantuan ke Uni Eropa

Tak Becus Urus Afghanistan, Taliban Minta Bantuan ke Uni Eropa

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya