0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah di Padang

covesia
covesia - Thu, 11 Aug 2022 15:17
Dilihat: 43
Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah di Padang

Covesia.com - Setelah sekian lama akhirnya permohonan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) dalam kasus mafia tanah kaum Maboet yang disangkakan kepada Alm Lehar, MKW M Yusuf, dan Yasri, akhirnya dikeluarakn oleh Polda Sumbar.

Sebelumnya Pada 1 Maret 2022, Penasehat Hukum (PH) Mamak Kepala Waris (MKW) Kaum Maboet, M Yusuf mengajukan permohonan diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) ke Kapolri Cq Kapolda Sumbar.

Ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan.

"Iya benar telah kita keluarkan SP3-nya," ujarnya kepada covesia.com di Mapolda Sumbar, Kamis (11/8/2022).

Dia juga mengatakan langkah mengeluarkan SP3 ini karena sudah dilakukan 2 kali gelar perkara, baik secara internal dan gelar perkara khusus.

"Kita sudah lakukan 2 kali gelar perkara, baik secara internal dan khusus yang melibatkan eksternal, karena kurang bukti dan tidak dipenuhinya unsur-unsur pidananya maka kita putuskan keluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3)," terangnya.

Dua juga mengungkapkan kenapa kasus ini terkesan lama diungkap, karena untuk memenuhi dan melengkapi barang bukti memerlukan waktu yang panjang.

"Jadi memenuhi barang bukti, dan permintaan dari kejaksaan juga memerlukan waktu, jadi tidak main-main, agar kasus ini benar- benar jelas, kepastian hukumnya jelas, ini lah yang membuat lama," ujarnya.

Dia lalu mengungkap mengenai laporan yang dilakukan M Yusuf ke Ditpropam Mabes Polri, sudah ada tindak lanjut dari Mabes Polri.

"Sudah ada tindak lanjut dari Mabes Polri, beberapa kali sudah turun ke Polda Sumbar untuk menyelidiki kasus ini," jelasnya.

"Dari Itwasum (Inspektorat pengawasan umum) Mabes Polri sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan atau klarifikasi Kasus, namun sampai saat ini masih belum selesai, dan nanti akan datang lagi," sambungnya.

Jadi, katanya, laporan yang dibuat oleh M Yusuf, yang melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang, tidak profesional dan kriminalisasi oleh Ditreskrimum dan Penyidik Polda Sumbar terhadap dirinya, almarhum Mkw Lehar dan Yasri ke Propam Mabes Polri akan di ketahui setelah hasil penyelidikan dari Mabes Polri selesai.

"Jadi kalau ada permasalahan di daerah dari Itwasum ada yang namanya Riksus (Pemeriksaan Khusus)," ujarnya.

"Dan sebenarnya ini telah menjadi pantauan dari Mabes Polri, namun belum selesai, karena se Indonesia yang diurus, yang jelas materi pemeriksaan mengenai masalah administrasi penyidikannya atau penyalahgunaan wewenang seperti yang dilaporkan ada dalam penyidikan," sambungnya.

Disis lain Pengacara Mkw M Yusuf, Fadli turut membenarkan hal itu. Dia juga mengungkapkan laporan yang disangkakan ke kliennya tidak memenuhi unsur pidana.

"Iya, jadi pertanggal 10 Agustus ini telah dikeluarkan SP3 oleh Polda Sumbar yang diberitahukan ke Kejati Sumatra Barat (Sumbar) karena LP 182 tersebut dikatakan tidak memenuhi unsur sehingga dikeluarkan lah surat penghentian penyidikannya," ujarnya saat dihubungi Covesia.com, Kamis (11/8/2022).

Dia juga mengatakan dalam hal ini berarti unsur-unsur yang dilaporkan pelapor tidak terpenuhi, karena ada beberapa pasal yang dilaporkan seperti pasal 378, 263 untuk pemalsuannya dan 266, karena SP3 telah keluar berarti semua pasal yang disangkakan kepada kliennya katanya tidak dapat memenuhi unsur.

"Jadi kitapun dalam hal ini terkait masalah korban MKW Lehar Alm, MKW Yusuf dan Yasri bahwasannya sekarang mereka adalah korban," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan untuk selanjutnya upaya hukum masih akan terus berlanjut, karena pihaknya juga sudah melaporkan perihal perkara ini ke Komnas Ham RI dan Ditpropam Polri

"Kematian dari klien kami, akan kita follow-up kembali, untuk ke Komnas HAM dengan menambahkan bukti SP3 ini," ungkapnya.

Selanjutnya terkait laporan ke Ditpropam Polri, akan terus dilakukan karena baginya secara tidak langsung banyak terjadi pelanggaran, karena statman-statman yang dikeluarkan saat itu, dengan terbitnya SP3 ini tentunya sekarang tidak terbukti.

"Untuk sementara kita akan tuntaskan dulu, semua administrasi yang ada di Polda Sumbar, abis itu baru kita lanjutkan ke Jakarta," ungkapnya

"Kita juga sudah laporkan juga semuanya, bahkan pelaporpun juga sudah kita laporkan, paling nanti kita tegaskan lagi laporannya dengan penambahan barang bukti terkait ini," tutupnya.


(adi)

Sumber: covesia

Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah di Padang

Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah di Padang

Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah di Padang

Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah di Padang

Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah di Padang

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya