0
Thumbs Up
Thumbs Down

'Tanpa Memberi Tahu, Orang Tua Kami Jalankan Bisnis Rahasia Pornografi Gay'

okezone
okezone - Mon, 16 Dec 2019 04:04
Dilihat: 39

INI bukan pilihan karier yang direncanakan oleh Karen dan Barry Mason, tapi toko mereka telah menjadi bagian sejarah homoseksual di Los Angeles, Amerika Serikat.

Dari luar, mereka tampak seperti keluarga terhormat.

Karen sempat menjadi wartawan di koran di kota Chicago dan Cincinnati. Barry bekerja sebagai teknisi spesial efek di industri film, termasuk di Star Trek dan film 2001 Space Odyssey.

Mereka punya tiga anak yang rajin beribadah dan belajar dengan tekun di sekolah.

Barry sempat membuat alat pengaman untuk mesin cuci darah.

Namun perusahaannya bangkrut, ia dan keluarganya butuh penghasilan lain dengan segera.

Karen melihat sebuah iklan di koran LA Times untuk menjadi distributor majalah porno Hustler dan barang-barang lain yang diproduksi oleh jutawan pebisnis pornografi Larry Flynt.

Pasangan Mason pun masuk ke dalam industri pornografi.

Ternyata mereka berbakat berbisnis. Dalam beberapa minggu mereka menerima 5.000 pesanan, dan mengantarkan sendiri ke para pelanggan di seluruh Los Angeles.

Barry Mason saat bekerja sebagai teknisi spesial efek di serial TV Star Trek (Rachel Mason)

Hustler adalah majalah porno yang ditujukan untuk kaum heteroseksual, tetapi bisnis Flynt juga mencakup penerbitan majalah gay.

Segera barang-barang itu masuk dagangan keluarga Mason.

Beberapa tahun kemudian, mereka mengambil alih toko buku terkenal yang menjual buku-buku porno gay di Hollywood, Book Circus.

Karen dan Barry mengubah namanya menjadi Circus of Books, tahun 1982.

Lebih dari sekedar menjual buku, toko itu kemudian menjadi tempat pertemuan komunitas gay di LA.

Ketiga anak mereka Micah, Rachel dan Josh, diberi perintah tegas setiap kali mengunjungi toko: tak boleh melihat atau menyentuh apa pun yang ada di sana.

Ketiganya juga diperintahkan tak boleh menyebut sama sekali nama toko itu kepada teman-teman mereka.

"Kepada orang-orang, kami cuma bilang kami punya toko buku,'" kata Karen.

Namun langkah-langkah ini tak sepenuhnya berhasil.

Micah, yang tertua, tak sengaja menemukan video porno di bagasi mobil Karen. Rachel sempat diberi tahu rahasia keluarga ini ketika umurnya 14 tahun. Saat itu ia tak tahu apa itu pornografi.

Ketika tahu ia terkejut.

Keluarga Mason (Rachel Mason)

Ayahnya, Barry selalu berpembawaan santai, tapi ibunya sangat relijius dan moralistik. Rachel memandang mereka sebagai pemilik bisnis biasa, seperti halnya keluarga yang punya dan mengelola toko.

"Tak terbayang sama sekali bagi saya, orang tua saya melakukan sesuatu yang tak sesuai budaya kami," kata Rachel.

Di bawah pengelolaan Karen dan Barry, Circus of Books sukses.

Mereka membuka cabang di daerah Silverlake. Mereka juga mulai memproduksi video porno untuk gay, dibintangi Jeff Stryker.

Usaha distribusi pornografi masih mereka teruskan dan ini hampir membawa bencana ke mereka.

Sumber: okezone

'Tanpa Memberi Tahu, Orang Tua Kami Jalankan Bisnis Rahasia Pornografi Gay'

'Tanpa Memberi Tahu, Orang Tua Kami Jalankan Bisnis Rahasia Pornografi Gay'

'Tanpa Memberi Tahu, Orang Tua Kami Jalankan Bisnis Rahasia Pornografi Gay'

'Tanpa Memberi Tahu, Orang Tua Kami Jalankan Bisnis Rahasia Pornografi Gay'

'Tanpa Memberi Tahu, Orang Tua Kami Jalankan Bisnis Rahasia Pornografi Gay'

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya