0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tarik - Menarik Kenaikan Iuran BPJS, Nomor 6 Jadi Titik Masalah

okezone
okezone - Sun, 15 Sep 2019 06:24
Dilihat: 55
Tarik - Menarik Kenaikan Iuran BPJS, Nomor 6 Jadi Titik Masalah

JAKARTA - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang dilakukan awal 2020 menuai pro kontra. Demi keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) iuran harus dinaikan, tapi di sisi lain ada tambahan beban pada masyarakat.

Sebenarnya secara prinsip JKN merupakan sebuah asuransi gotong royong, di mana yang kaya membantu yang miskin (dengan mengiur lebih besar), yang sehat membantu yang sakit (yang sehat mengiur tetapi tidak memanfaatkan layanan kesehatan atau membutuhkan layanan kesehatan yang lebih minimal).

Baca Juga: Kemenkeu: Kenaikan Iuran BPJS Memang Perlu Dilakukan

Hanya saja prinsip tersebut dinilai pemerintah tidak jalan. Karena banyaknya peserta mandiri yang menunggak iuran. Otomatis defisit BPJS pun sangat besar.

Hampir 50% peserta mandiri menunggak iuran, di mana hal ini tidak sesuai dengan prinsip dibuatnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada akhir 2018, tingkat keaktifan peserta mandiri hanya 53,7%. Artinya, 46,3% dari peserta mandiri tidak disiplin membayar iuran alias menunggak.

Padahal sepanjang 2018, total iuran dari peserta mandiri adalah Rp8,9 triliun, namun total klaimnya mencapai Rp27,9 triliun. Dengan kata lain, claim ratio dari peserta mandiri ini mencapai 313%.

Okezone merangkum sejumlah fakta menarik soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang menjadi pro dan kontra, Minggu (15/9/2019):

1. Besarnya Defisit BPJS dari Tahun ke Tahun

Sebelum memperhitungkan intervensi Pemerintah baik dalam bentuk PMN (Penanaman Modal Negara) maupun bantuan APBN, besaran defisit JKN masing-masing Rp1,9 triliun (2014), Rp9,4 triliun (2015), Rp6,7 triliun (2016), Rp13,8 triliun (2017), dan Rp19,4 triliun (2018).

Baca Juga: Ombudsman Panggil Pemerintah soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan


Dalam rangka mengatasi defisit JKN itu, Pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk PMN sebesar Rp5 triliun (2015) dan Rp6,8 triliun (2016) serta bantuan dalam bentuk bantuan belanja APBN sebesar Rp3,6 triliun (2017) dan Rp10,3 triliun (2018).

Sumber: okezone

Tarik - Menarik Kenaikan Iuran BPJS, Nomor 6 Jadi Titik Masalah

Tarik - Menarik Kenaikan Iuran BPJS, Nomor 6 Jadi Titik Masalah

Tarik - Menarik Kenaikan Iuran BPJS, Nomor 6 Jadi Titik Masalah

Tarik - Menarik Kenaikan Iuran BPJS, Nomor 6 Jadi Titik Masalah

Tarik - Menarik Kenaikan Iuran BPJS, Nomor 6 Jadi Titik Masalah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya