0
Thumbs Up
Thumbs Down

Telak, Anies Dibuat 'Bonyok' Presiden Jokowi, Orang di Istana Tahu Semua..

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 14 Sep 2020 14:41
Dilihat: 33
Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya dan kepala daerah untuk tidak terburu-buru untuk memutuskan menutup wilayahnya untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Sekali lagi jangan buru-buru menutup sebuah wilayah, menutup sebuah kota, menutup sebuah kabupaten, dan kalau kita bekerja berbasiskan data ya langkah-langkah intervensinya itu akan berjalan lebih efektif dan bisa segera menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lapangan," katanya, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (14/9/2020).Baca Juga: Menteri Jokowi yang Oke dengan PSBB Ala Anies, Kok Bisa Ya?

Lanjut Kepala Negara, dalam rapat terbatas melalui "video conference" dengan topik "Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional" yang diikuti para menteri Kabinet Indonesia Maju.Baca Juga: Fadjroel Rachman Dibombardir: Jubir Jokowi Kok Gini? Pantes Negara Makin Hari Makin Hancur!

"Strategi intervensi berbasis lokal, strategi intervensi untuk pembatasan berskala lokal ini penting sekali untuk dilakukan, baik itu manajemen intervensi yang dalam skala lokal maupun dalam skala komunitas," ungkapnya.

Bahkan, Presiden mengingatkan kembali bahwa keputusandalam merespon penambahan kasus di provinsi atau kabupaten atau kota agar berdasarkan data sebaran.

"Sudah berkali-kali saya sampaikan, terapkan strategi intervensi berbasis lokal, strategi pembatasan berskala lokal, baik itu di tingkat RT, RW, di tingkat desa, di tingkat kampung sehingga penanganannya lebih detail dan bisa lebih fokus," tambahnya.

Menurutnya, dalam satu provinsi bisa saja ada 20 kabupaten/kota yang tidak semuanya berada di zona merah sehingga penanganannya jangan digeneralisasi.

"Di satu kota atau kabupaten pun sama, tidak semua kelurahan, tidak semua desa tidak semua kecamatan juga mengalami hal yang sama, merah semuanya. Ada yang hijau, ada yang kuning itu memerlukan 'treatment' dan perlakuan yang berbeda-beda," imbuhnya.

Karena itu, Jokowi meminta manajemen penanganan klaster transmisi lokal perlu ditingkatkan. "Terutama di 8 provinsi yang menjadi prioritas yang sudah sejak 2 bulan lalu saya sampaikan," tambah Presiden.

Diketahui, 8 provinsi yang dimaksud Presiden Jokowi adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Papua.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memberlakukan kembali PSBB di Jakarta per 14 September 2020 untuk dua pekan ke depan sebagai mekanisme "rem darurat".

Penulis: Redaksi

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sigid Kurniawan/Pool

Sumber: wartaekonomi

Telak, Anies Dibuat 'Bonyok' Presiden Jokowi, Orang di Istana Tahu Semua..

Telak, Anies Dibuat 'Bonyok' Presiden Jokowi, Orang di Istana Tahu Semua..

Telak, Anies Dibuat 'Bonyok' Presiden Jokowi, Orang di Istana Tahu Semua..

Telak, Anies Dibuat 'Bonyok' Presiden Jokowi, Orang di Istana Tahu Semua..

Telak, Anies Dibuat 'Bonyok' Presiden Jokowi, Orang di Istana Tahu Semua..

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya