0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tiga Ciri Orang yang Mudah Jadi Korban Penipuan Siber

Republika Online
Republika Online - Thu, 28 Oct 2021 17:01
Dilihat: 218
Tiga Ciri Orang yang Mudah Jadi Korban Penipuan Siber

JAKARTA -- Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh para penipu siber untuk menjebak korban sehingga akun dan kata kunci (password) mereka diretas dan menyebabkan kerugian. Penipu akan memanfaatkan celah-celah yang ada untuk menjebak korban.

Konsultan keamanan siber, Teguh Aprianto, mengemukakan pengguna yang tidak teliti, gagap teknologi, serta sedang teralihkan perhatiannya rentan untuk menjadi korban penipuan siber. Itulah mengapa sebetulnya orang yang betul-betul melek soal keamanan digital juga bisa menjadi korban bila konsentrasinya sedang terpecah.

"Pengguna yang selalu mengecek kembali dan bisa mendeteksi penipuan akan lebih aman dari celah penipuan," kata dia dalam konferensi pers daring, Kamis (28/10).

Pendiri Ethical Hacker ini menjelaskan cara-cara yang dilakukan penipu untuk merampas akun korban. Cara pertama adalah phising di mana korban dijebak dengan menggunakan halaman login palsu yang dibuat mirip dengan halaman login asli.

Pengguna yang tidak teliti dan mengisi data di halaman palsu tersebut bisa jadi korban karena data penting itu sebetulnya dimanfaatkan oleh penipu. Kedua, rekayasa sosial (social engineering) di mana korban dimanipulasi agar tanpa disadari mengikuti keinginan pelaku atau memberikan apa yang diminta pelaku. Penipu akan menghubungi korban melalui telepon dan berpura-pura sebagai oknum yang harus meminta data pribadi secara detail, termasuk nomor OTP (One Time Password).

Selanjutnya adalah menebak-nebak kata kunci korban. Cara ini bisa dilakukan secara manual atau lewat alat yang dibuat khusus untuk menebak kata kunci. Korban dari teknik ini adalah orang-orang yang kata kuncinya lemah sehingga rentan untuk diretas. Itulah mengapa, Anda harus hati-hati dalam memilih kata kunci agar aman dan tidak mudah ditebak.

Mendapatkan data korban adalah hal krusial yang dilakukan penipu untuk beraksi. Penipu bisa mendapatkan data korban lewat beberapa cara, seperti open source intelligence (osint) di mana mereka mencari data lewat sumber-sumber yang ada di Internet, termasuk media sosial.

Cara kedua adalah lewat teknik rekayasa sosial yang kerap disebut hipnotis karena korban secara tidak sadar terjebak manipulasi pelaku dan secara sukarela memberikan data-data pribadi yang kemudian disalahgunakan. Bermodalkan nama lengkap dan nomor telepon, pelaku bisa berpura-pura menjadi petugas bank yang meminta data-data pribadi seperti kata kunci dan OTP kepada korban.

Setelah data krusial didapatkan, akun korban bisa dengan mudah diretas dan diambil alih. Data pribadi juga bisa didapatkan pelaku bila data korban ada dalam database yang bocor. Jika data Anda termasuk data yang bocor, akan lebih mudah bagi pelaku untuk melakukan penipuan.

"Kalau dulu mereka random saja menelepon, hanya ganti-ganti nomor telepon paling belakang," kata dia.

Kasus-kasus penipuan bisa terjadi lewat berbagai medium, seperti via telepon lewat modus "Mama minta pulsa" di mana seseorang berpura-pura menjadi ibu korban dan meminta kiriman pulsa, kemudian via percakapan Whatsapp, lewat Twitter yang bisa terjadi ketika pengguna yang mengajukan keluhan kepada customer service sebuah institusi mendapat balasan dari akun yang mirip seperti customer service serta lewat Instagram. Dia mengingatkan para pengguna untuk semakin sadar pentingnya menjaga data pribadi agar tidak terjebak menjadi korban penipuan siber.


Berita Terkait
  • Ketua DPR Minta BSSN Segera Berbenah Diri
  • Peretasan BSSN Wujud Lemahnya Keamanan Siber
  • OJK: Digitalisasi Picu Risiko Keamanan Siber
Berita Lainnya
  • Wapres: Anak Muda Harus Bermanfaat di Segala Tempat
  • Sudah Ada Pertukaran Informasi dengan Saudi soal Prokes

Tiga Ciri Orang yang Mudah Jadi Korban Penipuan Siber

Tiga Ciri Orang yang Mudah Jadi Korban Penipuan Siber

Tiga Ciri Orang yang Mudah Jadi Korban Penipuan Siber

Tiga Ciri Orang yang Mudah Jadi Korban Penipuan Siber

Tiga Ciri Orang yang Mudah Jadi Korban Penipuan Siber

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya