0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tiga Kabupaten Tak Miliki Kepengurusan Angkat Berat

Nusabali
Nusabali - Sun, 01 Nov 2020 07:41
Dilihat: 42
Tiga Kabupaten Tak Miliki Kepengurusan Angkat Berat
Pihak Pabersi Bali pun bertekad membentuk kepengurusan di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata ini. Hingga kini Pengprov Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pebersi) Bali baru memiliki rancangan kepengurusan di enam Kabupaten/Kota. Yakni, Jembrana, Badung, Buleleng, Gianyar, Klungkung, dan Kota Denpasar.

Sedangkan tiga kabupaten yang belum memiliki kepengurusan, adalah Kabupaten Karangasem, Tabanan dan Kabupaten Bangli. Namun Pengprov Pabersi Bali berharap mampu membentuk semua pengurus di level abupaten. Hanya saja sampai saat ini Pabersi Bali masih menunggu SK resmi dari PB Pabersi.

"Saat ini Pabersin Bali memang belum leluasa bergerak. Hal itu karena SK dari PB PABERSI belum keluar bagi pengurus PABERSI Bali. Makanya, pergerakannya sambil menunggu SK dari pusat," kata Binpres PABERSI Bali, Ari Suryawan, Sabtu (31/10).

Menurut Suryawan, menjalankan organisasi jika ada SK resmi tentu akan bisa bergerak lebih maksimal lagi. Sebab, secara pengakuan telah ada. Tinggal lebih gencar lagi melakukan proses sosialisasi, agar cabor angkat berat lebih dikenal lagi di masyarakat.

Sebab saat ini, kata Ari Suryawan, masih ada yang belum paham betul soal angkat berat. Makanya, selain proses pembinaan, tentu akan ada sosialisasi menyasar masyarakat apa itu sebenarnya cabor angkat berat. Jika sudah dikenal, pembentukan pengurus akan lebih gampang.

Sebab, untuk tiga daerah di Bali, yakni Karangasem, Tabanan dan Bangli memang belum ada bayangan pengurusnya. Namun ada pengurus akan sangat berpengaruh terkait pola pembinaan. Dan, pembinaan itu sejatinya ada di tingkat daerah.

"Harapan kami semua daerah di Bali ada pengurus cabor Angkat Berat. Semua daerah akan kita isi semuanya," tandas Ari Suryawan.

Untuk itu kaderisasi atlet, kata Suryawan, dari berbagai Kelompok Umur (KU) akan digeber dengan harapan semakin banyak ada atlet angkat berat di Bali. Hal iu mengingat, atlet angkat berat yang turun di PON Jawa Barat 2016, atlet Putu Wijaya dan Ketut Widana sudah pensiun dan tidak aktif lagi sebagai atlet. Dengan begitu, PABERSI Bali diwajibkan mencari pengganti jauh lebih banyak.

"Kaderisasi menjadi catatan penting yang harus kami lakukan. Meskipun itu berat, tapi mencari atlet bibit-bibit unggul wajib dilakukan," tegas Ari Suryawan.

Diakui, jumlah atlet angkat berat di Bali selama ini memang jumlahnya hanya sedikit. Menurut Ari Suryawan, di ada sekitar belasan atlet, tapi itu belum siap turun di level nasional. Minimal 1-2 tahun baru untuk mengadu dengan atlet lainnya," tandas Ari Suryawan. *dek
Sumber: Nusabali

Tiga Kabupaten Tak Miliki Kepengurusan Angkat Berat

Tiga Kabupaten Tak Miliki Kepengurusan Angkat Berat

Tiga Kabupaten Tak Miliki Kepengurusan Angkat Berat

Tiga Kabupaten Tak Miliki Kepengurusan Angkat Berat

Tiga Kabupaten Tak Miliki Kepengurusan Angkat Berat

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya