0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tingkatan Bidah dari Rendah hingga Terparah

inilahcom
inilahcom - Fri, 19 Jul 2019 18:00
Dilihat: 29
Tingkatan Bidah dari Rendah hingga Terparah

PERNAH dengar istilah bid'ah? Bid'ah secara etimologi (bahasa) berarti suatu yang baru, yang tidak ada contoh sebelumnya. Namun kalau maksud bid'ah secara terminologi (istilah) adalah setiap i'tiqad, perkataan, perbuatan dalam rangka beribadah pada Allah Ta'ala yang tidak ada dalil yang mendukung pensyari'atannya atau bentuknya karena meninggalkan sesuatu karena Allah.

Ternyata bid'ah itu bukan sekedar amalan yang tidak ada tuntunan saja. Bid'ah itu bertingkat-tingkat, ada bid'ah yang paling parah. Bid'ah dibagi menjadi tiga:
- Bid'ah i'tiqadiyyah
- Bid'ah 'amaliyyah
- Bid'ah at-tark

Bid'ah i'tiqadiyyah adalah bid'ah yang menyelisihi firman Allah dan sabda Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hal keyakinan atau akidah. Contoh: bid'ah tamtsil (menyatakan Allah semisal makhluk), bid'ah ta'thil (menolak nama dan sifat Allah), bid'ah qadariyyah (menolak takdir Allah), bid'ah jabariyyah (meyakini semua berjalan dengan takdir Allah, tak ada usaha manusia).

Bid'ah amaliyyah adalah menyembah Allah tanpa memakai tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Bentuknya bisa jadi membuat amalan baru, menambahkan atau melakukan pengurangan dalam ibadah yang disyari'atkan. Contoh: mendirikan bangunan di atas kubur, berdo'a di sisi kubur, membangun masjid di atas kubur atau di area pekuburan, menjadikan perayaan (haul) di sisi kubur, atau membuat perayaan-perayaan baru yang tidak disyari'atkan.

Bid'ah at-tark adalah meninggalkan suatu yang mubah dalam rangka ibadah padahal dalam ajaran Islam tidak menganggap meninggalkannya sebagai ibadah. Contoh: meninggalkan makan daging dalam rangka ibadah, enggan menikah dan mengharap sebagai pahala (seperti yang dilakukan biarawati, pen.). Seperti ini termasuk bid'ah yang diharamkan.

Allah Ta'ala berfirman, "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" (QS. Asy-Syura: 21)

Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Amma ba'du: Sebaik-baiknya perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuknya Nabi Muhammad. Sejelek-jelek perkara adalah perkara yang baru dan setiap perkara bid'ah adalah sesat." (HR. Muslim, no. 867)

Bid'ah pertama di atas tentu lebih parah daripada bid'ah lainnya karena berkaitan dengan masalah i'tiqad atau keyakinan. Semoga Allah menjauhkan kita dari setiap bid'ah yang menyesatkan.


[Referensi: Al-Mukhtashor fi Al-'Aqidah/Muhammad Abduh Tuasikal]

Sumber: inilahcom

Tingkatan Bidah dari Rendah hingga Terparah

Tingkatan Bidah dari Rendah hingga Terparah

Tingkatan Bidah dari Rendah hingga Terparah

Tingkatan Bidah dari Rendah hingga Terparah

Tingkatan Bidah dari Rendah hingga Terparah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya