0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tokoh Agama Austria: Jangan Kaitkan Agama dengan Terorisme

Republika Online
Republika Online - Tue, 24 Nov 2020 18:14
Dilihat: 54
Tokoh Agama Austria: Jangan Kaitkan Agama dengan Terorisme

WINA -- Saat rasialisme dan diskriminasi terhadap Muslim di Austria melonjak, ulama di negara Eropa memperingatkan pihak berwenang tidak mengaitkan terorisme dengan agama apa pun. Setelah pelarangan jilbab dan cadar dan pelarangan pendanaan asing untuk kelompok agama, politisi populis meningkatkan retorika anti-Islam sejak seorang pria bersenjata membunuh empat orang di ibu kota Wina.

Kanselir sayap kanan Sebastian Kurz mengumumkan langkah-langkah baru yang akan membuat Islam politik sebagai pelanggaran pidana. Uskup Bernhard Heitz percaya hanya keadilan yang dapat mencegah terorisme dan sentimen anti-Islam akan menjadi kontraproduktif.

"Perwakilan Muslim, seperti perwakilan dari agama lain, telah menjauhkan diri dari serangan baru-baru ini di Paris, Nice, Dresden dan Wina. Retorika sayap kanan dan menoleransi sentimen anti-Islam akan menjadi kontraproduktif," kata Heitz kepada Anadolu Agency.

Imam Ramazan Demir yang telah bekerja dengan Muslim yang dipenjara di seluruh Austria selama bertahun-tahun mengatakan terorisme dan kekerasan tidak dapat dikaitkan dengan agama atau kelompok etnis mana pun. Dia menekankan tindakan kekerasan yang dilakukan atas nama Islam merugikan Muslim.

"Ada seorang Muslim di antara korban serangan teroris di Wina. Teroris tidak membuat perbedaan dalam hal pembunuhan," ujar dia, dilansir Anadolu Agency, Selasa (24/11).

Dia menambahkan kurangnya definisi konsep politik Islam adalah penyebab keprihatinan di antara lebih dari 500 ribu komunitas Muslim di Austria. Rabi Schlomo Hofmeister mengatakan serangan teroris itu merupakan upaya merusak nilai-nilai seperti toleransi, kepercayaan, dan kebersamaan. Dia juga memperingatkan kebingungan atas apa yang disebut "Islam politik" dapat menyebabkan diskriminasi terhadap umat beriman.

"Semua orang memahami sesuatu yang berbeda dari ungkapan "Islam politik" karena belum didefinisikan. Pertama-tama, istilah itu perlu dijelaskan, 'Islam politik' dan Islam sebagai agama harus dibedakan secara jelas," kata dia.

https://www.aa.com.tr/en/europe/do-not-link-religion-with-terror-austrian-clerics-warn/2053095


Berita Terkait
  • Belanda akan Perketat Sumbangan Dana Asing ke Masjid
  • China Keluarkan Aturan Keagamaan Baru Cegah Ekstremisme
  • Kutip Alquran, Mesut Ozil: Balas Islamofobia dengan Kebaikan
Berita Lainnya
  • Sebanyak 150 Warga Tebet Dites Cepat Covid, Nihil Reaktif
  • Tokoh Agama Austria: Jangan Kaitkan Agama dengan Terorisme

Tokoh Agama Austria: Jangan Kaitkan Agama dengan Terorisme

Tokoh Agama Austria: Jangan Kaitkan Agama dengan Terorisme

Tokoh Agama Austria: Jangan Kaitkan Agama dengan Terorisme

Tokoh Agama Austria: Jangan Kaitkan Agama dengan Terorisme

Tokoh Agama Austria: Jangan Kaitkan Agama dengan Terorisme

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya