0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tokoh Santri yang Dikenang Jadi Pahlawan Bangsa (2)

Republika Online
Republika Online - Thu, 22 Oct 2020 16:16
Dilihat: 46
Tokoh  Santri yang Dikenang Jadi Pahlawan Bangsa (2)

JAKARTA -- Besarnya pengaruh pesantren dan santri dalam memperjuangkan NKRI tak bisa dipungkiri. Terlebih, ketika para tokoh atau pahlawan nasional, perjuangan, revolusi dan lainnya juga banyak yang berasal dari kalangan santri.

Di lingkungan pesantren itu, para santri yang kemudian dikenal bangsa sebagai pahlawan, memupuk sikap dan nilai perjuangannya atas penjajahan dari berbagai guru. Karenanya, di Hari Santri Nasional 22 Oktober ini, perlu dikenang kembali beberapa tokoh dari kalangan pesantren yang menjadi pahlawan.

3. KH Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan Ahyad lahir 30 Oktober 1885 di Kebondalem, Surabaya. Putra keempat dari enam bersaudara yang dilahirkan oleh pasangan KH Muhammad Ahyad dan Nyai Hj Mardliyah ini memiliki darah keturunan Sunan Gunung Jati Cirebon dari ayahnya.

Dalam buku Biografi Kiai Ahmad Dahlan, Aktivis Pergerakan dan Pembela Ajaran Aswaja oleh Wasid Masyur, disebutkan bagaimana peran Kiai Dahlan dalam membentengi akidah rakyat saat itu, Utamanya, dalam membentengi paham wahabi di Surabaya.

Menilik masa kecilnya setelah dididik sang ayah, Dahlan kecil diketahui mondok di pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan Madura dan mempelajari ilmu Nahwu, Fikih, dan Sharraf. Kemudian, ia kembali menjadi santri ke pondok pesantren Sidogiri Pasuruan yang diasuh Kiai Mas Bahar ibn Noer Hasan. Di sana, ia mendalami ilmu tafsir, hadits dan ilmu hisab.

Setalah lama tinggal di sana, Kiai Dahlan kembali ke kampungnya dan meneruskan pondok pesantren milik sang ayah. Waktu berselang, Kiai Ahmad Dahlan juga berperan besar dalam berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926. Sebagai Wakil Rais Akbar NU pertama saat itu, dirinya menjadi orang nomor dua paling berpengaruh di NU kala itu.

Ada banyak sepak terjang perjuangan Kiai Dahlan untuk Indonesia. Dari mulai perlawanan terhadap Wahabi hingga penjajahan.

Dari sisi kebangsaan, dirinya bersama kiai lain juga diketahui mendirikan Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI). Organisasi itu, didirikan untuk menyatukan semangat kebangsaan antar ormas Islam dan merespons ketidakadilan dari kolonialisme.

Tak hanya itu, pada 18 November 1912, Kiai Dahlan juga mendirikan Organisasi Muhammadiyah sebagai wadah untuk mendalami ilmu agama. Muhammadiyah hingga kini ikut serta dalam menjalankan sendi keislaman di tanah air. Tak hanya wujud riil, namun juga konkret dan nyata. Muhammadiyah kini juga diketahui sebagai ormas besar yang memiliki kader dan aset nilai ekonomi dari mulai sekolah, perkantoran, perguruan tinggi hingga rumah sakit.


Berita Terkait
  • Tokoh Santri yang Dikenang Jadi Pahlawan Bangsa (1)
  • 5.000 Santri Pesantren Mambaus Sholihin Gresik Dipulangkan
  • Cina dan Tiananmen, Dua Wajah Dalam Kunjungan Santri
Berita Lainnya
  • Gubernur Jabar Pastikan Seluruh Dana PEN Terserap
  • Tokoh Santri yang Dikenang Jadi Pahlawan Bangsa (2)

Tokoh Santri yang Dikenang Jadi Pahlawan Bangsa (2)

Tokoh Santri yang Dikenang Jadi Pahlawan Bangsa (2)

Tokoh Santri yang Dikenang Jadi Pahlawan Bangsa (2)

Tokoh Santri yang Dikenang Jadi Pahlawan Bangsa (2)

Tokoh Santri yang Dikenang Jadi Pahlawan Bangsa (2)

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya