0
Thumbs Up
Thumbs Down

Travel Bubble Disiapkan untuk Titik Tertentu

Nusabali
Nusabali - Sat, 08 Aug 2020 14:49
Dilihat: 50
Travel Bubble Disiapkan untuk Titik TertentuJAKARTA,
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebut skema travel bubble yang dikembangkan karena adanya pandemi Covid-19 tidak akan meliputi wilayah Indonesia secara keseluruhan melainkan hanya untuk titik tertentu. "Kita sedang menyusun dengan travel bubble. Tapi nanti travel bubble ini, bukan satu negara dengan seluruh Indonesia, tapi misalnya negara A dengan Bali saja, atau negara A dengan Bali dan daerah lain. Atau mungkin negara A dengan suatu destinasi wisata di provinsi apa," kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hari Sungkari dalam jumpa pers daring di Jakarta, Jumat (7/8).

Hari berharap akan ada kesepakatan mengenai kerja sama travel bubble hingga akhir tahun ini. Namun, ia mengakui tidak terlalu yakin kehadiran wisatawan mancanegara dalam waktu dekat.

Ia juga mengaku belum bisa mengungkapkan negara mana dan daerah mana di Indonesia yang bisa dijajaki skema travel bubble itu. Kemungkinan travel bubble pun belum akan menyasar kalangan publik melainkan investor dan pelaku bisnis saja.

"Tentu kita akan pikirkan dengan negara yang pengelolaan kesehatannya baik dan kasus Covid-nya rendah. Ada Korea Selatan, Taiwan, China, yang bagus tapi kita belum menentukan. Singapura bahkan sampai akhir tahun belum membolehkan warganya keluar dari negaranya. Jadi masih jauh dengan Singapura," katanya.

Hari mengatakan tahun ini kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akan anjlok hanya di kisaran 2,8 juta hingga 4 juta wisman dari target seharusnya 18 juta wisman jika tidak ada pandemi. Demikian pula kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) yang diperkirakan hanya akan berkisar di 140 juta kunjungan, jauh dari target 310 juta kunjungan hingga akhir tahun.

Ia memperkirakan kunjungan wisatawan mancanegara akan kembali ke angka 18 juta pada 2024 atau 2025 mendatang sementara angka kunjungan wisatawan nusantara akan kembali normal hingga 310 juta pada 2023.

"Jadi sekarang yang penting adalah bagaimana kita meng-cover expense (pengeluaran) mereka. Salah satunya kita mulai dari kegiatan pemerintah dilakukan di hotel dan restoran. Minimal seluruh kementerian di bawah Kemenko Maritim dan Investasi kita sudah sepakat dan komit untuk melakukan kegiatan di hotel sehingga bisa menggerakkan ekonomi khususnya sektor pariwisata," kata Hari. *ant
Sumber: Nusabali

Travel Bubble Disiapkan untuk Titik Tertentu

Travel Bubble Disiapkan untuk Titik Tertentu

Travel Bubble Disiapkan untuk Titik Tertentu

Travel Bubble Disiapkan untuk Titik Tertentu

Travel Bubble Disiapkan untuk Titik Tertentu

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya