0
Thumbs Up
Thumbs Down

Trilogi Santri Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Republika Online
Republika Online - Sat, 11 Jul 2020 22:07
Dilihat: 46
Trilogi Santri Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

JAKARTA - Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo Jawa Timur, selama ini selalu memegang prinsip Trilogi dan Pancakesadaran Santri.

Dosen Universitas Nurul Jadid, M Hasyim Syamhudi mengatakan, gagasan tersebut muncul dari kegelisahan dan komitmen pendiri Nurul Jadid, KH Zaini Mun'im.

"Kegelisahan dan komitmen melatarbelakangi Trilogi dan Pancakesadaran Santri," ujar Hasyim dalam diskui daring bertema "Relasi Kesadaran Bermasyarakat (Al-Wa'y al-Ijtima'i) dan Kehidupan Petani, Buruh, dan Nelayan", Sabtu (11.7).

Di antara komitmennya, Kiai Zaini Mun'in ingin mencetak intelektual yang berjiwa santri. "Saya mendirikan pondok pesantren tidak bertujuan untuk mencetak kiai, namun kalau ada yang jadi kiai, itu bagus. Saya akan mencetak intelektual yang berjiwa santri," kata almarhum Kiai Zaini sebagaimana ditirukan Hasyim.

Selain itu, Kiai Zaini Mun'im juga pernah menyampaikan bawah hidup harus diwakafkan untuk pengembangan Islam. Menurut Hasyim, komitmen itulah yang kemudian melahirkan pemikiran Trilogi dan Pancakesadaran Santri.

Trilogi yang dimaksud yaitu memperhatikan kewajiban-kewajiban fardhu ain, mawas diri dengan meninggalkan dosa-dosa besar, dan berbudi luhur kepada Allah SWT dan makhluk. Sedangkan Pancakesadaran Santri yaitu, kesadaran beragama, kesadaran berilmu, kesadaran bermasyarakat, dan kesadaran berorganisasi.

Selain dilatarbelangi oleh komitmen tersebut, menurut Hasyim, pemikiran tersebut juga muncul dari kegelisahan Kiai Zaini terhadap terjungkal baliknya sistem nilai di tengah kehidupan masyarakat pada masanya.

Menurut Hasyim, Kiai Zaini pada masa itu juga gelisah terhadap maraknya pemahaman keislaman yang eksklusif.

Hal itu bertolak belakang dengan latar belakang pendidikan pesantren Kiai Mun'im yang bermazhab inklusif. Karena itu, menurut dia, lahirlah konsep Trilogi dan Pancakesadaran Santri tersebut.

"Sehingga pancakesadaran santri adalah menginginkan adanya perubahan pemahaman agama yang nanti mengejawantah dalam perilaku sehari-hari yang bersifat inklusif, tidak eksklusif seperti yang terjadi sekrnag ini," jelas santri Kiai Zaini Mun'im ini.


Berita Terkait
  • TGB : Kemandirian Ekonomi Pesantren Termasuk Jihad Masa Kini
  • Ribuan Santri di Pamekasan Madura Peroleh Beasiswa
  • PLN UID Jateng DIY Komitmen Listriki Sarana Pendidikan
Berita Lainnya
  • Malaysia Depak 19.111 Pekerja Migran Ilegal Sejak Pandemi
  • Perjuangan Ibu dalam Bingkai Sang Dewi

Trilogi Santri Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Trilogi Santri Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Trilogi Santri Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Trilogi Santri Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Trilogi Santri Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya