0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tumbangkan PDIP di Pilkada Surabaya? Sulit Bos, Apalagi Tri Rismaharini Punya. . . .

wartaekonomi
wartaekonomi - Sat, 18 Jan 2020 22:37
Dilihat: 41
Surabaya

Pengamat sosial politik dari FISIP Universitas Airlangga, Novri Susan, menilai ada tiga faktor yang membuat PDIP berpotensi kembali memenangkan Pilkada Surabaya 2020. PDIP telah tiga kali berturut-turut keluar sebagai pemenang Pilkada Surabaya.

"PDI Perjuangan dalam Pilkada Surabaya merupakan partai yang tiga kali berturut-turut meraih kepercayaan rakyat, dalam mengelola politik pemerintahan di ibu kota Jawa Timur. Kepercayaan tersebut terbentuk oleh beberapa faktor yang tidak dimiliki partai lain sehinga banyak partai yang tidak percaya diri akhirnya memunculkan wacana mengeroyok PDIP," kata Susan di Surabaya, Sabtu (18/1/2020).

Baca Juga: Petisi Aktivis 98: Pak Jokowi, Dengar Jeritan Kami, Jangan Dengar Pembisik yang Bikin Blunder!

Beberapa faktor yang dimaksud itu, yakni pertama memiliki pendukung ideologis partai Soekarnois yang banyak dari kalangan akar rumput atau rakyat kecil. Kedua, karena kinerja wali kota dari kader PDI Perjuangan yang bersungguh-sungguh bekerja untuk Kota Surabaya dan ketiga soliditas mesin politik dalam memenangkan kandidat wali kota dari partai.

Tiga faktor penting PDI Perjuangan dalam potensi memenangkan Pilkada Surabaya tersebut, lanjut Novri, menciptakan reaksi kekuatiran dan kepanikan pada kelompok-kelompok politik lain. Oleh karenanya, situasi mengepung dan mengeroyok PDI Perjuangan oleh partai-partai politik lain dalam kontestasi Pilkada Surabaya mungkin tidak terhindar.

Baca Juga: Amien Rais Dukung Zulkifli Hasan Jadi Ketum PAN, Hatta Rajasa Pasang Badan Dukung. . . .

"Situasi pengepungan dan pengeroyokan terhadap PDI Perjuangan adalah bentuk ketidaksukaan dan kejengkelan yang sudah overload. Mungkin mereka jengkel dari periode ke periode wali kota Surabaya selalu dikuasai kader PDI Perjuangan," ujarnya.

Diketahui PDI Perjuangan merupakan penguasa tunggal di Balai Kota Surabaya sejak 2002-sekarang yakni pada era Wali Kota Surabaya, Bambang DH, pada 2002-2010 berlanjut era Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, pada 2010-2021.

Baca Juga: Udara Buruk, Kata Bu Risma Banyak Warga Jakarta Pindah ke Surabaya, Mas Anies, Bagaimana Nih?

Melihat kondisi ini, dia memberikan saran kepada PDI Perjuangan agar memilih berkoalisi dengan rakyat Surabaya. Maka calon wali kota dari PDI Perjuangan perlu banyak turun bersama masyarakat, dan memiliki catatan historis bekerja sampai level bawah.

"Cawali Surabaya harus bekerja keras menyapa masyarakat Surabaya. Dahulu Bu Risma saat diusung PDI Perjuangan juga banyak turun bersama masyarakat. Tidak ada sekat antara Bu Risma dengan masyarakat Surabaya. Cawali berikutnya juga harus sama," katanya.

Penulis: Redaksi

Editor: Lestari Ningsih


Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

Tumbangkan PDIP di Pilkada Surabaya? Sulit Bos, Apalagi Tri Rismaharini Punya. . . .

Tumbangkan PDIP di Pilkada Surabaya? Sulit Bos, Apalagi Tri Rismaharini Punya. . . .

Tumbangkan PDIP di Pilkada Surabaya? Sulit Bos, Apalagi Tri Rismaharini Punya. . . .

Tumbangkan PDIP di Pilkada Surabaya? Sulit Bos, Apalagi Tri Rismaharini Punya. . . .

Tumbangkan PDIP di Pilkada Surabaya? Sulit Bos, Apalagi Tri Rismaharini Punya. . . .

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya