0
Thumbs Up
Thumbs Down

UAS: Yang Ingin MUI Bubar Justru Masuk Bui Duluan

Republika Online
Republika Online - Sat, 08 Aug 2020 00:30
Dilihat: 42
UAS: Yang Ingin MUI Bubar Justru Masuk Bui Duluan

REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA - Pendakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan kalimat tasyakur dalam acara Milad MUI ke-45 yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (7/8) malam. Dia menekankan kepada umat Islam untuk selalu menjaga dan mencintai MUI.

UAS menjelakan, MUI merupakan tempat berkumpulnya para tokoh besar dari beragai macam ormas Islam, seperti NU, Muhammadiyah, Alwashliyah, Mathlaul Anwar, Wahdah Islamiyah, dan lain-lain. Menurut dia, MUI sangat penting sebagai payung besar umat Islam.

"Begitu penting MUI sebagai payung besar, tempat berkumpulnya umat Islam dengan berbagai macam warnanya, mazhab fiqihnya, aliran pemikirannya. Walaupun berbeda tetapi kita ada payung tempat kita bernaung," ujar UAS, Jumat (7/8) malam.

Sebagai payung besar umat Islam, MUI sendiir pernah membantu UAS ketika ceramahnya tentang salib dipersoalkan sebagian masyarakat. "Saya dalam menjalani perjalanan dakwah ini pernah dipukul ombak, maka saat itu MUI hadir mengklasirifikasi, hadir menolong, membantu," ucapnya.

Bantuan MUI kala itu sangat berkesan dalam hidup UAS. Karena itu, UAS akan menceritakannya kepada anak cucunya kelak tentang peran besar MUI dalam melindungi umat Islam.

"Saya akan ceritakan ke anak cucu saya bagaimana pernah MUI. Oleh sebab itu, mari kita jaga MUI, mari kita sayangi MUI. Mari kita jadikan MUI sebgaai rumah tempat kita bernaung, berhimpun," katanya.

UAS mengatakan bahwa dirinya sudah biasa dibully dan dicaci maki dalam menjalankan dakwah Islam. Sebagai manusia biasa, UAS pun merasakan emosi dan marah.

Namun, menurut dia, kemarahannya tidak sebesar ketika ada orang yang menyerukan untuk membubarkan institusi MUI.

Menurut UAS, sekarang orang yang ingin membubarkan MUI terebut telah ditangkap karena kasus narkoba. Menurut dia, begitu cepat hukuman Allah SWT terhadap orang tersebut. Akhirnya, UAS pun memahami bahwa ketika ada orang yang menghina agama harus dilawan.

"Marah karena diri dihina tidak dilakukan nabi, nabi memaaafkan. Tapi kalau agama dihina, institusi kita dihina, wajib kita marah, wajib kita mengamuk, wajib kita berjihad. Jihad itu ada levelnya macam-macam," jelasnya.

Oleh sebab itu, tambah dia, sangat penting untuk membela MUI sebagai simbol pesatuan umat Islam. Di Milad MUI ke-45 ini, UAS pun berharap para tokoh dan ulama di MUI bisa tetap eksis untuk membentengi perjuangan umat Islam.

"Selamat Milad MUI, seluruh pegurus selalu diberkahi Allah. Ini salah satu benteng perjuangan kita," ujar dia.


Berita Terkait
  • UAS Jelaskan Mengapa Islam Anjurkan JanganEndapkan Uang
  • Kata UAS tentang Wacana Penghapusan Peradilan Agama
  • MUI: Sekarang Momen Indonesia Bantu Palestina Merdeka
Berita Lainnya
  • UAS: Yang Ingin MUI Bubar Justru Masuk Bui Duluan
  • Daya Beli Petani Sulut Naik di Tengah Covid-19

UAS: Yang Ingin MUI Bubar Justru Masuk Bui Duluan

UAS: Yang Ingin MUI Bubar Justru Masuk Bui Duluan

UAS: Yang Ingin MUI Bubar Justru Masuk Bui Duluan

UAS: Yang Ingin MUI Bubar Justru Masuk Bui Duluan

UAS: Yang Ingin MUI Bubar Justru Masuk Bui Duluan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya