0
Thumbs Up
Thumbs Down

UMKM Antusias Sambut Era Baru

Nusabali
Nusabali - Thu, 09 Jul 2020 13:04
Dilihat: 43
UMKM Antusias Sambut Era Baru
Dengan tatatan kehidupan baru, roda ekonomi khususnya UMKM bisa menggeliat kembali, meskipun tidak secara spontan.

"Kalau kami pelaku UMKM sangat mengapresiasi dan menyambut gembira keputusan pemerintah soal new normal ini," ujar Ni Putu Sudi Adnyani, pelaku UMKM perak dari Desa Celuk, Sukawati Gianyar. Perajin yang disapa Ibu Bara ini menuturkan bagaimana kondisi UMKM yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. "Itu bukan saja soal kita pribadi, juga menyangkut nasib karyawan yang kita ajak bekerja," ucapnya.

Sudi Adnyani mengaku, dari beberapa kontak partner maupun rekan bisnis di luar daerah, mereka pun kata Sudi Adnyani berharap segera bisa ke Bali.

Sebagai pelaku UMKM, Sudi Adnyani mengaku sangat berharap pasar UMKM khususnya kerajinan perak bisa bergerak kembali dengan diterapkannya tatatan kehidupan era baru. Walau pun belum sampai 100 persen, namun paling tidak UMKM sudah bisa bergerak. Apalagi lanjutnya, UMKM perak seperti yang dilakoni Sudi Adnyani dominan pasarnya adalah pasar lokal atau domestik.

"Jadi kami sangat siap. Apalagi sudah berbulan-bulan secara tak langsung training SOP new normal. Kami siap menerapkannya," kata Sudi Adnyani.

Sebelumnya hal senada disampaikan Jro Gede Suardika, seorang pemilik art shop souvenir anyaman di Jalan Bakung Sari, Kuta. .

Walau wisatawan tidak langsung berbondong-bondong ke Bali, namun normalisasi pariwisata lewat penerapan tatanan kehidupan baru

Memberi harapan kondisi pariwisata akan membaik. "Meskipun tidak serta merta,"ucap pria yang terpaksa pulang kampung ke Karangasem, karena art shop-nya tutup sejak empat bulan lalu.

Selama empat bulan di kampung, Suardika mengaku tidak punya kegiatan pasti. Sementara pemasukan tidak ada. Keadaan tersebut jelas memusingkan. Setelah tahu Pemprov akan memulai penerapan tatanan kehidupan era baru, Suardika pun mengaku gembira.Dia menyatakan akan segera membuka art shopnya kembali. "Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan wisatawan ramai kembali," ujarnya.

Sejak pandemi Covid-19, art shop Suardika tutup sama sekali.Tidak hanya itu, pesanan atau order ekspor juga tidak ada akibat pandemi Covid-19. Sebelum pandemi Covid-19 merebak penjualan baik eceran maupun ekspor produk kerajinan khususnya anyaman cukup ramai. Sebaliknya setelah pandemi Covid-19, semuanya macet. "Yang sempat order tak jadi melanjutkan," ungkapnya. *k17
Sumber: Nusabali

UMKM Antusias Sambut Era Baru

UMKM Antusias Sambut Era Baru

UMKM Antusias Sambut Era Baru

UMKM Antusias Sambut Era Baru

UMKM Antusias Sambut Era Baru

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya