0
Thumbs Up
Thumbs Down

Veronica Koman Bicara Soal Tudingan Polisi

Republika Online
Republika Online - Mon, 16 Sep 2019 13:29
Dilihat: 26
Veronica Koman Bicara Soal Tudingan Polisi

JAKARTA -- Tersangka kasus provokasi insiden asrama mahasiswa Papua Veronica Koman menampik tudingan dirinya tidak memberikan laporan studi kepada institusi beasiswanya. Menurut dia, meski terlambat memberikan laporan, urusan tersebut sudah selesai sejak 3 Juni 2019.

"Urusan itu telah selesai per 3 Juni 2019 ketika universitas tempat saya studi mengirimkan seluruh laporan studi saya kepada institusi beasiswa saya," ujar Veronica saat dikonfirmasi, Ahad (15/9).

Vero mengungkapkan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia justru pernah mengganggu studinya. Itu terjadi setelah ia berbicara tentang pelanggaran HAM Papua di acara yang diselenggarakan Amnesty International Australia serta gereja-gereja Australia.

Menurut Veronica, para staf KBRI datang ke acara tersebut untuk memotret dan merekam guna mengintimidasinya. Selain itu, mereka juga melaporkan dirinya ke institusi beasiswa atas tuduhan mendukung separatisme di acara tersebut.

"Itu juga yang membuat hubungan saya dengan institusi beasiswa saya menjadi dingin dan saya tidak meminta lagi pembiayaan beberapa hal yang seharusnya masih menjadi tanggungan beasiswa," kata dia.

Vero menyebutkan, dirinya menolak segala upaya pembunuhan karakter yang sedang ditujukan kepadanya. Menurut pengacara resmi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu, kepolisian telah menyalahgunakan wewenangnya dan berlebihan dalam mengkriminalisasinya, baik dalam cara maupun melebih-lebihkan fakta yang ada.

"Pemerintah pusat beserta aparaturnya tampak tidak kompeten dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua hingga harus mencari kambing hitam atas apa yang terjadi saat ini. Cara seperti ini sesungguhnya sedang memperdalam luka dan memperuncing konflik Papua," kata dia.

Veronica sedang melanjutkan pendidikan S2 hukum karena mendapatkan beasiswa di salah satu negara tetangga Indonesia. Menurut Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan, pihaknya telah berkerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Ditjen Imigrasi, dan Divhubinter Mabes Polri untuk menelusuri transaksi yang ada di rekening aktivis tersebut.

Tersangka, kata dia, selama mendapat beasiswa sejak tahun 2017 tidak pernah memberikan laporan untuk mempertanggungjawabkan dana yang dia terima. "Kemarin sudah saya sampaikan, dia punya dua nomor rekening, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri. Kami akan koordinasi dengan Divhubinter Mabes Polri untuk mencari tahu dari mana uang yang masuk dan keluar ke mana," kata Luki di Mapolda Jatim, Selasa (10/9).

Veronica mengatakan, tuduhan terhadapnya justru yang tidak menjadi fokus perhatian. "Aspirasi ratusan ribu orang Papua yang turun ke jalan dalam rentang waktu beberapa pekan ini seolah hendak dibuat menjadi angin lalu," ujar dia.

Soal saldo di rekeningnya, Veronica mengaku, masih dalam batas nominal yang wajar sebagai pengacara yang juga kerap melakukan penelitian. Ia mengklaim pernah menarik uang ketika berkunjung ke Papua dengan nominal yang sewajarnya untuk biaya hidup sehari-hari.

"Saya tidak ingat bila pernah menarik uang di Surabaya. Apabila saya sempat pun ketika itu, saya yakin maksimal hanya sejumlah batas sekali penarikan ATM, untuk biaya makan dan transportasi sendiri," ujar Veronica. Namun, ia menganggap pemeriksaan rekening pribadinya tidak ada sangkut pautnya dengan tuduhan pasal yang disangkakan. (ed: ilham tirta)


Berita Terkait
  • Siswa Terdampak Kerusuhan di Papua Kembali Sekolah
  • DPR Sebut Papua Nugini Dukung Papua Bagian NKRI
  • Jawaban Veronica Soal Laporan Beasiswa yang Dicurigai Polisi
Berita Lainnya
  • IHSG Pekan Ini Berpeluang Menguat
  • Yuda Bustara Bagi Resep Saus Sambal Rumahan

Veronica Koman Bicara Soal Tudingan Polisi

Veronica Koman Bicara Soal Tudingan Polisi

Veronica Koman Bicara Soal Tudingan Polisi

Veronica Koman Bicara Soal Tudingan Polisi

Veronica Koman Bicara Soal Tudingan Polisi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya