0
Thumbs Up
Thumbs Down

Waketum MUI: Taat Prokes Termasuk Jalankan Perintah Agama

Republika Online
Republika Online - Tue, 22 Jun 2021 14:29
Dilihat: 172
Waketum MUI: Taat Prokes Termasuk Jalankan Perintah Agama

JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud meminta segenap umat Islam di Indonesia menaati aturan pemerintah yang telah ditetapkan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Indonesia saat ini ada di dalam situasi di mana kasus Covid-19 terjadi paling tinggi selama pandemi.

"Pemerintah daerah membuat aturan. Presiden membuat aturan. Ikuti aturan itu. Karena aturan tersebut diambil dari hukum tetap dari Islam yang kemudian menjadi nizhom. Maka, melaksanakan peraturan yang sudah menjadi nizhom itu termasuk melaksanakan perintah agama," kata dia kepada Republika.co.id, Selasa (22/6).

Misalnya, beberapa hari lagi akan ada lebaran Idul Adha. Masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan dalam menyambut Idul Adha. "Siapa yang ingin sholat Idul Adha, ikuti prosedur dari pemerintah setempat. Kalau dilarang, taati saja," ucap dia.

Kiai Marsudi menekankan aturan yang dikeluarkan pemerintah harus diikuti karena tujuannya untuk menjaga keselamatan jiwa. Dia mengingatkan keselamatan jiwa adalah hal paling utama.

"Ikuti saja aturan itu, karena aturan pemerintah itu pijakannya hukum-hukum yang tetap dari agama," jelasnya.

Kiai Marsudi juga menyadari, kasus Covid-19 saat ini melonjak signifikan. Di sisi lain, MUI sudah mengeluarkan fatwa dan tuntunan bagi umat Islam di seluruh wilayah Indonesia. "Mestinya sebagai umat Islam, sudah lebih mudah ketika menghadapi pagebluk ini, karena sudah punya tuntunannya," ujarnya.

Menjaga keselamatan jiwa, lanjut Kiai Marsudi, adalah tujuan syariat yang utama sehingga tuntunan dalam menghadapi pandemi Covid-19 sebetulnya sudah jelas. Misalnya, dengan terus waspada karena kewaspadaan ini diperintahkan atau dituntun oleh agama.

"Waspadalah dari pagebluk Covid-19 seperti waspadanya kita terhadap singa yang bisa memakan kapan saja, yang bisa membunuh kapan saja. Nah ini kemudian diturunkan menjadi aturan. Artinya pemerintah sudah melakukan, menyatukan antara hukum-hukum tetap dari agama dengan aturan-aturan di muka bumi," ucapnya.

Kiai Marsudi juga menambahkan apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19 belum cukup. Sebab bila sudah cukup tentu kasus Covid tidak akan menjadi tinggi seperti sekarang ini.

"Pemerintah harus ekstra, harus mencari solusi yang bisa lebih baik daripada keadaan detik ini, hari ini. Vaksinasi jalan, usaha lainnya juga jalan," katanya.


Berita Terkait
  • Pegawai Terpapar Covid-19, PN Jakpus Tutup Sementara
  • Wali Kota Kendari: Insentif Covid-19 Segera Disalurkan
  • Varian Delta Berpotensi Masuk Riau, Satgas Perketat Prokes
Berita Lainnya
  • Pejabat Korut Ejek AS Salah Tafsir Pernyataan Kim Jong-un
  • Lonjakan Kasus Karena Masyarakat Tak Patuhi Larangan Mudik

Waketum MUI: Taat Prokes Termasuk Jalankan Perintah Agama

Waketum MUI: Taat Prokes Termasuk Jalankan Perintah Agama

Waketum MUI: Taat Prokes Termasuk Jalankan Perintah Agama

Waketum MUI: Taat Prokes Termasuk Jalankan Perintah Agama

Waketum MUI: Taat Prokes Termasuk Jalankan Perintah Agama

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya