0
Thumbs Up
Thumbs Down

Wapres: Studi Banding tidak Harus ke Luar Negeri

Republika Online
Republika Online - Fri, 12 Jul 2019 13:41
Dilihat: 39
Wapres: Studi Banding tidak Harus ke Luar Negeri

JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan seluruh kepala daerah untuk tidak selalu studi banding ke luar negeri. Kepala daerah juga bisa belajar dari keberhasilan daerah lain dalam mengembangkan pemerintahan.

"Kalau Surabaya bersih atau Tangerang baik, ya studi banding ke situ. Jadi studi banding nanti ke kota-kota lain, misalnya ke Surabaya atau Tangerang. Jangan hanya studi banding ke Singapura, ke Tokyo, tapi juga melaksanakannya dengan baik," kata Wapres Jusuf Kalla dalam pembukaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (12/7).

Menurut Jusuf Kalla (JK), keberhasilan suatu daerah atau negara dalam mengembangkan teknologi di sistem pemerintahannya sebenarnya tidak murni dari hasil pemikiran para pemimpinnya.

Inovasi yang diterapkan di kota atau negara pintar sebenarnya merupakan tiruan dari keberhasilan daerah lain, yang kemudian dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

"Jepang tidak pintar-pintar amat, tapi mereka pintarnya meniru dari Amerika sehingga maju. Korea juga tidak cerdas amat, tapi mereka pintar meniru dari Jepang. Kalau Cina meniru seluruh dunia," kata JK.

Artinya, lanjut JK, kecerdasan dan kemauan kepala daerah untuk menerapkan teknologi dalam layanan pemerintahan menjadi dasar untuk mewujudkan kota pintar atau smart city.

Oleh karena itu, dengan pertemuan antarkepala daerah perlu dilakukan sebagai sarana saling bertukar pikiran dan teknologi dalam mengembangkan masyarakat dan daerahnya.

"Apa yang baik dilaksanakan di suatu daerah tentu dapat dikembangkan di kota lain, karena masyarakat kita makin maju dan makin menilai, media juga harus seperti itu, makin mudah, dan masyarakat juga makin cerdas menilai kotanya baik atau tidak," katanya.

Dengan menjadi kota pintar, maka secara otomatis daerah tersebut menjadi maju, karena apabila permasalahan di daerah dapat diselesaikan, investasi di daerah tersebut akan naik sehingga membawa kemajuan bagi masyarakatnya.


"Harapannya, kota yang cerdas itu sehat, artinya lingkungannya baik, lalu lintasnya baik, sampahnya teratur, pembangunannya baik, dan kemudian orang akan senang berusaha dan berbisnis di kota itu sehingga kota itu maju," kata JK.

Berita Terkait
  • JK: Kepala Daerah tak Perlu Sering Studi Banding ke Luar
  • JK Sebut Harus Ada Harmonisasi dalam Kabinet
  • Ini Dia 10 Penerima Kalpataru 2019
Berita Lainnya
  • Anne Avantie tak Nilai Negatif Lansia Dititip di Panti Jompo
  • Setkab: Jateng dan Jatim Jadi Contoh Sinergi Pusat-Daerah

Wapres: Studi Banding tidak Harus ke Luar Negeri

Wapres: Studi Banding tidak Harus ke Luar Negeri

Wapres: Studi Banding tidak Harus ke Luar Negeri

Wapres: Studi Banding tidak Harus ke Luar Negeri

Wapres: Studi Banding tidak Harus ke Luar Negeri

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya