0
Thumbs Up
Thumbs Down

Wartawan Papua Kesulitan Bekerja Akibat Pemblokiran Internet

Republika Online
Republika Online - Fri, 23 Aug 2019 09:27
Dilihat: 24
Wartawan Papua Kesulitan Bekerja Akibat Pemblokiran Internet

JAKARTA -- Wartawan di Papua dan sekitarnya mengalami kesulitan bekerja akibat pemblokiran akses internet yang dilalukan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Para awak media saat ini bertahan dengan jaringan internet pribadi.

Dilansir dari Aljazirah, Jumat (23/8), para wartawan di Papua mengeluhkan kesulitan mengirimkan berita dari Sorong, Fakfak dan daerah terpencil di wilayah Papua Barat tersebut. Salah seorang wartawan, Arnold Kapisa, dari Tabloid Jubi, mengungkapkan ada sejumlah peristiwa penting yang sulit dilaporkan langsung kepada redaksi kantornya.

Salah satunya saat petugas polisi terluka akibat dilempari batu oleh demonstran setempat. "Ada peristiwa besar ketika para perwira militer dan polisi mencoba untuk bernegosiasi dengan para demonstran, tetapi dalam perjalanan massa melempari mereka dengan batu. Salah satu petugas polisi terluka," kata Arnold.

"Kami tidak bisa mendapatkan foto dan video apa pun segera dan melaporkan ke kantor kami," lanjutnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tabloid Jubi, Angela Flassy, mengatakan akses internet di Jayapura, Papua, bahkan telah diblokir sejak Senin (19/8). "Kami mengalami kesulitan untuk mengoordinasikan, menemukan berita, mengirim artikel, dan memverifikasi berita apa pun dari lapangan," ungkapnya.

Menurut Angela, wartawan di wilayah tersebut saat ini mengandalkan jaringan wi-fi pribadi yang lebih mahal. Wi-fi pribadi juga digunakan oleh masyarakat.
Yan Warinussy, warga Manokwari, Papua Barat, mengatakan bahwa dia hanya dapat mengakses internet melalui layanan wi-fi pribadi.

Sementara itu, pengacara hak asasi manusia yang fokus kepada masalah Papua, Veronica Koman mengatakan, timnya mengajukan laporan resmi ke PBB terkait pemblokiran internet ini. Veronica menegaskan pemblokiran bertentangan dengan kebebasan berekspresi.

Sebagaimana diketahui, protes yang sedang berlangsung di wilayah Papua dan Papua Barat terjadi setelah diduga ada persekusi terhadap mahasiwa asal Papua di Surabaya.
Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah meminta maaf atas kejadian ini.

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo, meminta Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan segera bertemu dengan Gubernur Jawa Timur untuk menuntaskan persoalan Papua ini.


Berita Terkait
  • Aktivitas Sekolah di Sorong Kembali Normal
  • Pemerintah Lanjutkan Pemblokiran Internet di Papua
  • Polri Prioritaskan Pemulihan Situasi Keamanan Papua
Berita Lainnya
  • Bea Cukai Malili dan BNN Kota Palopo Amankan Ganja
  • MUI Agendakan Mediasi Kasus UAS dengan PGI Pekan Depan

Wartawan Papua Kesulitan Bekerja Akibat Pemblokiran Internet

Wartawan Papua Kesulitan Bekerja Akibat Pemblokiran Internet

Wartawan Papua Kesulitan Bekerja Akibat Pemblokiran Internet

Wartawan Papua Kesulitan Bekerja Akibat Pemblokiran Internet

Wartawan Papua Kesulitan Bekerja Akibat Pemblokiran Internet

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya