0
Thumbs Up
Thumbs Down

WhatsApp Tambahkan Fitur Pembatasan Pesan Berantai

Republika Online
Republika Online - Tue, 07 Apr 2020 17:34
Dilihat: 77
WhatsApp Tambahkan Fitur Pembatasan Pesan Berantai

JAKARTA -- Aplikasi perpesanan WhatsApp terus berupaya melakukan pembenahan untuk menghentikan penyebaran berita-berita palsu. Terutama saran-saran buku dan informasi salah terkait dengan pandemi virus corona.

Inovasi ini ditujukan agar orang-orang berhenti menyebarkan pesan dengan mudah. Dilansir di laman The Independent, Selasa (7/4), fitur ini pada awalnya mungkin tampak aneh untuk jejaring sosial. Umumnya, fitur ditambahkan untuk mendorong cara mudah meneruskan pesan dan meningkatkan jangkauan posting yang lebih populer.

Jika sesuatu telah dikirim sebanyak lima kali, dua panah kecil dilampirkan ke pesan dan ditunjukkan kepada siapa saja yang menerimanya. Sekarang, pesan-pesan itu hanya dapat diteruskan ke satu orang pada satu waktu, bukan lima.

Dalam praktiknya, itu akan membuat jauh lebih sulit dan lebih lambat untuk menyampaikan pesan secara massal. Dengan harapan orang akan berpikir sebelum melakukannya.

WhatsApp mengatakan fitur tersebut secara khusus dimaksudkan untuk membatasi viralitas. Hal itu untuk menjaga aplikasi lebih privat dan personal, serta mencari cara untuk memperlambat penyebaran berita palsu dan desas-desus.

Fitur ini dimaksudkan untuk mempersulit penerusan pesan yang telah diteruskan beberapa kali. Hal itu dilakukan dengan terlebih dahulu menandai pesan yang telah berulang kali diteruskan.

WhatsApp juga menguji fitur yang memungkinkan orang yang menerima pesan-pesan itu, dengan mudah mengklik pencarian web untuk pesan tersebut. Hal Itu akan memungkinkan riset yang mudah terhadap pesan apa pun yang diteruskan. Artinya, fitur itu akan memungkinkan orang untuk memeriksa apakah sesuatu itu benar sebelum beredar.

WhatsApp memiliki alasan mengapa inovasi ini dilakukan. Mereka mengaku prihatin dengan fakta bahwa pesan dapat menyebar jauh dan luas pada platformnya. Terlebih, obrolan WhatsApp dapat dienkripsi sehingga perusahaan tidak dapat membacanya, sulit untuk mengikuti apa yang dibagikan di situs.

Selain itu, inovasi ini dilakukan karena pngguna WhatsApp sering menyebarkan sejumlah informasi yang salah. Biasanya oleh orang-orang yang bermaksud baik yang dikirim klaim dan percaya bahwa mengirimkannya akan membantu orang-orang yang menerimanya.


WhatsApp telah memperkenalkan perubahan pada penerusan pesan seperti panah dan pengurangan jumlah orang maksimal yang dapat dikirim oleh satu pesan menjadi lima. Inovasi itu juga melarang sebuah akun untuk mengirim pesan massal dan otomatis. Whatsapp bekerja dengan LSM dan pemerintah, seperti Organisasi Kesehatan Dunia atau WHI, untuk membantu menyebarkan informasi yang akurat.

Berita Terkait
  • Kemenkominfo-Whatsapp Luncurkan Hotline Virus Corona
  • Penelitian: Perempuan Diamkan Hoaks di Grup Whatsapp
  • Ingin Tampilan Whatsapp Anda Gelap? Lakukan Hal Berikut Ini
Berita Lainnya
  • Tujuh WNI Sembuh Covid-19 di Singapura
  • Hukum Menggunakan Hand Sanitizer Beralkohol

WhatsApp Tambahkan Fitur Pembatasan Pesan Berantai

WhatsApp Tambahkan Fitur Pembatasan Pesan Berantai

WhatsApp Tambahkan Fitur Pembatasan Pesan Berantai

WhatsApp Tambahkan Fitur Pembatasan Pesan Berantai

WhatsApp Tambahkan Fitur Pembatasan Pesan Berantai

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya