0
Thumbs Up
Thumbs Down

Wolbachia Potensial Kendalikan DBD di Yogyakarta

Republika Online
Republika Online - Tue, 18 Jun 2019 14:17
Dilihat: 23
Wolbachia Potensial Kendalikan DBD di Yogyakarta

YOGYAKARTA -- World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta terus melakukan langkah-langkah pengendalian demam berdarah dengue (DBD). Terakhir, teknologi Aedes aegypti Wolbachia ditemukan berpotensi kuat mengendalikan.

Peneliti utama WMP Yogyakarta, Adi Utarini mengatakan, WMP pada periode Agustus 2016-Februari 2017 telah meletakkan ember-ember berisi telur Aedes aegypti Wolbachia ke tujuh kelurahan.

Semua tersebar di Kecamatan Tegalrejo dan Kecamatan Wirobrajan. Setelah dua tahun, Wolbachia terbukti mengurangi 74 persen DBD di wilayah-wilayah itu dibandingkan wilayah-wilayah pembanding.

"Meski demikian, kita masih terus berproses untuk mendapatkan hasil akhirnya," kata Adi, pada pertemuan pemangku kepentingan nasional.

Pertemuan digelar pada Mei lalu dan menghasilkan dua rekomendasi. Pertama, WMP Yogyakarta diusulkan mulai melakukan penyusunan rencana studi implementasi sambil menanti hasil akhir studi 2020.

Mereka akan bekerja bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) serta Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Kedua, penetapan wilayah-wilayah studi implementasi dilakukan dengan kriteria. Semua akan dibahas bersama pihak program dan Balitbangkes, serta dilakukan di beberapa wilayah.

Rencananya, studi akan dilaksanakan di 3-4 wilayah-wilayah di luar Kota Yogyakarta. Hal itu dilakukan demi mendapat catatan berbeda tentang kemampuan Wolbachia.

"Kami akan lebih intens berdiskusi dengan kementerian pusat untuk membahas studi implementasi," ujar Adi.

Sebelumnya, DBD memang masih menjadi permasalahan besar di Kota Yogyakarta. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melansir data peningkatan kasus yang terjadi.

Hingga akhir Mei terdapat 335 kasus. Jumlah itu meningkat dari jumlah kasus pada periode yang sama tahun lalu 51 kasus, walau tidak terjadi fatalitas (angka kematian) yang tidak diinginkan.


Untuk meningkat kesadaran bersama tentang bahaya DBD, negara-negara ASEAN menetapkan 15 Juni sebagai Hari Dengue ASEAN. Tahun ini, tema yang diusung 'End Dengue: Starts With Me'.

Berita Terkait
  • Sultan HB X Terus Serukan Semangat Islah Politik
  • Kecelakaan Selama Mudik Lebaran di Yogyakarta Naik
  • Pasokan Pangan Kendalikan Inflasi DIY
Berita Lainnya
  • Mahasiswa UM Ubah Lumpur Jadi Penyerap Logam Berbahaya
  • Ranieri Berharap yang Terbaik untuk Pelatih Roma Berikutnya

Wolbachia Potensial Kendalikan DBD di Yogyakarta

Wolbachia Potensial Kendalikan DBD di Yogyakarta

Wolbachia Potensial Kendalikan DBD di Yogyakarta

Wolbachia Potensial Kendalikan DBD di Yogyakarta

Wolbachia Potensial Kendalikan DBD di Yogyakarta

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya