0
Thumbs Up
Thumbs Down

Zanzibar dan Periode Modern

Republika Online
Republika Online - Wed, 18 Sep 2019 10:00
Dilihat: 34
Zanzibar dan Periode Modern

JAKARTA - Zanzibar mulai dikuasai Portugal pada 1503 dan pada 1698 dikuasai Kesultanan Oman. Pada 6 April 1861, pecah konflik pe rebutan takhta Sultan Oman yang mem buat kesultanan terpecah menjadi dua, yakni Kesultanan Zanzibar yang dipimpin Sayyid Majid bin Said Al-Busaid (1834- 1870) dan Kesultanan Oman di bawah kepemimpinan Sayyid Turki bin Said al- Busaid yang merupakan saudara Sayyid Majid.

Kala itu, Kesultanan Zanzibar menjajah sebagian kawasan di pesisir timur Afrika yang bernama Zanj dan juga Mom basa yang direbut dari Oman pada 1840. Mombasa menjadi bagian dari negara Zan zibar selama 123 tahun, hingga akhirnya ia diserahkan ke negara Kenya pada 1963.

Pada tahun itu, tepatnya pada 19 De sember, Zanzibar merdeka dari Inggris dan menganut sistem pemerintahan monarki konstitusional di bawah pimpinan seorang sultan. Negara itu berumur singkat karena pada 12 Januari 1964 sang sultan diguling kan sebelum akhirnya pada 26 April 1964 Tanzania berdiri.

Meski telah menjadi bagian dari Tanzania, kepulauan ini memiliki presiden sen diri sebagai kepala pemerintahan yang menangani urusan-urusan Zanzibar. Pre siden yang memerintah sekarang, Amani Abeid Karume, diangkat pada 30 Oktober 2005 untuk kedua kalinya setelah pada periode sebelumnya menjabat posisi yang sama selama lima tahun (2000-2005).

Zanzibar memiliki sebuah kota tua bernama Stone Town. Kota ini sekaligus menjadi kota utama dan pusat ekonomi. Stone Town menyimpan budaya lama Zanzibar dan tidak banyak berubah selama dua abad terakhir. Di kota tersebut, rumah-rumah besar Arab masih berdiri ko koh, melambangkan pemilik aslinya yang bersaing satu sama lain menghiasi rumah mereka dengan kuningan dan ukir-ukiran.

Sebagian besar bangunan di Stone Town dibangun pada abad 19 ketika Zan zibar menjadi salah satu pusat perda gangan terpenting di kawasan Samudra Hindia.

Kini, pulau yang pada abad 17 hingga 19 menjadi pusat perdagangan manusia itu menjadi rumah bagi sejumlah besar Muslim Afrika yang mendominasi kompo sisi penduduk di sana hingga 98 persen. Sementara itu, pemeluk Islam di Zanzibar mencapai sekitar 99 persen


Berita Terkait
  • Gregoria Disingkirkan Pemain Asal AS
  • KPA Sebut Tren Penularan HIV di Kota Bogor Terus Menurun
  • Bendera Kuning Berkibar di Gedung KPK
Berita Lainnya
  • IHSG Pekan Ini Berpeluang Menguat
  • Yuda Bustara Bagi Resep Saus Sambal Rumahan

Zanzibar dan Periode Modern

Zanzibar dan Periode Modern

Zanzibar dan Periode Modern

Zanzibar dan Periode Modern

Zanzibar dan Periode Modern

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya