0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jangan Remehkan Gangguan Tidur!

okezone
okezone - Fri, 16 Mar 2018 10:55
Viewed: 189
Jangan Remehkan Gangguan Tidur!

KUALITAS tidur yang rendah mengakibatkan seseorang sulit berkonsentrasi, kemampuan belajar menurun hingga dapat berujung gangguan mental. Ada lebih dari 100 tipe gangguan tidur, tapi yang paling banyak terjadi adalah insomnia akibat gaya hidup yang sibuk, stres, serta penggunaan gawai yang sangat intens.

Kurang tidur atau buruknya kualitas tidur diketahui memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan dalam jangka panjang dan pendek. Beberapa penelitian mengatakan bahwa perbandingan kualitas tidur dibanding kuantitas tidur memiliki pengaruh yang lebih besar pada kualitas hidup dan fungsi tubuh pada siang hari.

Gangguan tidur ini juga bukan hanya diderita oleh orang tua tapi juga mereka di usia produktif. Dalam jangka panjang, penderita insomnia dikhawatirkan dapat mengurangi produktivitas dan kualitas hidupnya.

Menurut psikolog klinis Aurora Lumbantoruan, insomnia apabila kondisinya sulit untuk memulai tidur, sulit untuk tetap tidur, ataupun individu tidak merasakan dampak dari tidur, dan yang terakhir kombinasi dari tiga hal tersebut. Ia menyatakan gangguan tidur memiliki hubungan dua arah dengan gangguan mental. Sebesar 50% penderita gangguan tidur juga mengalami gangguan mental. Adapun 90% penderita depresi mengalami gangguan tidur.

"Kurang tidur menyebabkan emosional kita lebih meningkat. Kita juga cenderung menanggapi suatu hal dengan reaksi berlebihan serta lebih lambat ambil keputusan," kata Aurora dalam acara bertema "Kenali Utamamu u ntuk Menikmati Hidup " yang diadakan Amlife.

Reaksi emosional yang meningkat itu menyebabkan rentan terkena depresi. Berbagai kebiasaan dapat membuat sulit tidur. Sebut saja membawa pekerjaan ke rumah dan bekerja pada malam hari, tidur siang, tidur di kemudian waktu untuk menebus jam tidur yang hilang dan kerja shift dengan jam kerja yang tidak teratur. Karena itu, kita harus menyadari ritme tubuh atau yang diketahui sebagai alarm biologis dan menjaganya setiap hari untuk meningkatkan kualitas tidur dan rutinitas.

Bagi mereka yang harus bekerja pada malam hari, seperti profesi perawat atau pilot, Aurora menyarankan agar melakukan proses adaptasi dengan mengubah jam tidur sehingga malam kondisinya terjaga, jaga waktu tidur agar tidak terganggu, hati-hati terhadap emosi dan perubahan perilaku, dan usahakan tetap bersosialisasi supaya tetap sehat mental.

"Kalau sudah dua minggu insomnia, segera periksa ke dokter," bebernya.


Penelitian terbaru dalam Journal Sleep melaporkan, "wabah sulit tidur" yang mendunia mempengaruhi sekitar 150 juta orang di dunia. Prevalensi insomnia di Indonesia dilaporkan sebanyak 10% dari jumlah populasi atau sekitar 28 juta orang.

Source: okezone

Jangan Remehkan Gangguan Tidur!

Jangan Remehkan Gangguan Tidur!

Jangan Remehkan Gangguan Tidur!

Jangan Remehkan Gangguan Tidur!

Jangan Remehkan Gangguan Tidur!

Related News
  
Popular News From okezone
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar