0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mantan Calon Pasangan Jokowi Minta Masyarakat Tunggu KPU Saja

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 19 Apr 2019 17:59
Viewed: 28
Jakarta

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan mantan calon pasangan Joko Widodo dalam Pilpres 2019 ini, Mahfud MD menegaskan jika hingga saat ini belum ada pemenang resmi dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Pemenang Pemilu, termasuk pilpres baru bisa diketahui saat pengumuman rekapitulasi suara pada 22 Mei 2019 oleh KPU," kata Mahfud MD di Sleman, Jumat.

Baca Juga: Mahfud: Sampai Terlantar, Terlambat, Panitia....

Menurut dia, hasil "quick count" atau hitung cepat masing-masing orang boleh percaya dan boleh tidak tidak.

"Namun hasil 'quick count' percaya atau tidak, itu tidak mengikat belum resmi. Hasil hitungan internal masing-masing pihak juga belum resmi," katanya.

Mahfud mengimbau kepada semua pihak agar tidak bertindak di luar konstitusi, terutama untuk peserta pemilu.

"Kontestan pemilu untuk cukup mengawasi penghitungan sampai tiba tanggal penetapan oleh KPU, yaitu 22 Mei 2019," katanya.

Baca Juga: Keluhan SBY Soal Kampanye Akbar 02, Mahfud MD: Perlu Didengar

Ia juga meminta semua pihak agar tidak bertindak di luar konstitusi, yang bisa dilakukan adalah mengawasi proses serta mengumpulkan atau menyiapkan bukti-bukti di setiap kecamatan, ketika penghitungan di kecamatan termasuk penghitungan di kabupaten atau kota.

"Nanti dibawa semua sebagai bukti, apalagi jika merasa ada kecurangan, pada 22 Mei itu ada di mana yang keliru," katanya.

Menurut Mahfud, jika nantinya pada tanggal 22 Mei yaitu saat pengumuman oleh KPU ada pihak yang tidak puas, maka bisa mengajukan gugatan.

"Tentunya proses pengajuan gugatan pemilu itu melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Instrumen hukum sudah disediakan oleh konstitusi dan negara ini untuk tidak berlaku curang," katanya.

Baca Juga: Mahfud MD Respons Ancaman Amien Rais, Katanya: Berlebihan

Ia mengatakan, saluran hukum sudah ada dan waktu masih cukup. Karena di KPU akan sampai 22 Mei, kalau mau mengajukan gugatan satu minggu semua paling lama sudah mendaftarkan sengketa ke MK.

"Kemudian satu minggu lagi di MK diteliti administrasinya baru sesudah itu sidang selama 30 hari berturut-turut untuk meneliti ulang bukti-bukti," katanya.

Penulis: ***

Editor: Annisa Nurfitriyani


Foto: Rivan Awal Lingga

Source: wartaekonomi

Mantan Calon Pasangan Jokowi Minta Masyarakat Tunggu KPU Saja

Mantan Calon Pasangan Jokowi Minta Masyarakat Tunggu KPU Saja

Mantan Calon Pasangan Jokowi Minta Masyarakat Tunggu KPU Saja

Mantan Calon Pasangan Jokowi Minta Masyarakat Tunggu KPU Saja

Mantan Calon Pasangan Jokowi Minta Masyarakat Tunggu KPU Saja

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri