0
Thumbs Up
Thumbs Down

Media China: Beijing Perlu Tambah Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Agresi AS

okezone
okezone - Sun, 22 Jul 2018 15:57
Viewed: 104
Media China: Beijing Perlu Tambah Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Agresi AS

BEIJING - China tengah mempertimbangkan untuk menambah jumlah senjata nuklirnya yang dirasa tidak lagi cukup untuk "menakuti" musuh-musuh potensialnya. Hal itu dilaporkan surat kabar Global Times merujuk pada "sikap agresif" yang ditunjukkan Amerika Serikat (AS) dalam isu Laut China Selatan dan Taiwan.

Surat kabar yang berafiliasi dengan Partai Komunis China itu melaporkan, salah satu pelajaran yang harus dipetik Beijing dari pertemuan Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump adalah bahwa AS segan pada kekuatan militer dan persediaan senjata nuklir yang besar. Artikel Global Times mengatakan bahwa persenjataan nuklir Rusia membuat pemimpin AS "segan pada Moskow dan kemungkinan menjadi pencegah NATO untuk berkonflik secara langsung dengan Rusia di Ukraina dan Suriah.

"Hanya dengan melihat sikap agresif AS di Laut Cina Selatan dan pertanyaan mengenai Taiwan, kita tahu bahwa kekuatan nuklir China 'jauh dari cukup.' Bagian dari arogansi strategis AS mungkin datang dari keunggulan nuklir absolutnya," demikian disampaikan Global Times dalam artikelnya yang dilansir RT, Minggu (22/7/2018).

Artikel itu menekankan bahwa karena alasan tersebut, meningkatkan pengembangan senjata nuklir untuk menunjukkan tekad untuk membela inti kepentingan nasional harus menjadi "prioritas utama" bagi China.

Meski China memiliki sejumlah hulu ledak nuklir, jumlahnya masih kalah jauh dibandingkan dua hegemoni lainnya, Rusia dan AS. Laporan Institut Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) pada 2017 menyebutkan, China "hanya" memiliki 270 hulu ledak nuklir dibandingkan ribuan hulu ledak nuklir yang dimiliki AS dan Rusia.

Beijing "perlahan-lahan meningkatkan" jumlah hulu ledak nuklirnya dan saat ini mengembangkan Dongfeng-41 (DF-41) - rudal balistik jarak jauh yang mungkin mampu menyerang target potensial di seluruh dunia. Namun, tidak jelas kapan senjata baru itu akan dapat digunakan.

Selain dari perang dagang yang baru-baru ini terjadi antara kedua kekuatan dunia itu, pasukan China dan AS telah lama terlibat ketegangan di perairan sengketa di Laut China Selatan yang diklaim Beijing sebagai wilayah nasionalnya. Terlepas dari kenyataan bahwa AS bukan merupakan salah satu negara penuntut, ia bersikeras bahwa wilayah tersebut harus tetap perairan internasional.

Washington secara rutin mengirim misi "kebebasan navigasi", yang meliputi kapal perang dan pengebom, ke wilayah itu, yang mengundang kemarahan dari Beijing.


Taiwan juga menjadi isu lain yang merusak hubungan AS-China, karena meski mengakui kebijakan "Satu China" yang diterapkan Beijing, Washington tetap tidak menghentikan manuver mereka yang agak provokatif dengan wilayah pulau itu, termasuk dengan penjualan teknologi kapal selam kepada Taipei.

Source: okezone

Media China: Beijing Perlu Tambah Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Agresi AS

Media China: Beijing Perlu Tambah Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Agresi AS

Media China: Beijing Perlu Tambah Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Agresi AS

Media China: Beijing Perlu Tambah Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Agresi AS

Media China: Beijing Perlu Tambah Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Agresi AS

Related News
  
Popular News From okezone
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar