0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pengamat: Tarif MRT Harus Terintegrasi

Republika Online
Republika Online - Mon, 25 Mar 2019 08:30
Viewed: 88
Pengamat: Tarif MRT Harus Terintegrasi

JAKARTA -- Moda Raya Terpadu (MRT) fase pertama rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus sudah diresmikan, Ahad (24/3). Pengamat transportasi yang juga Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana menilai agar MRT dapat eksis atau bertahan harus menerapkan tarif yang terpadu atau terintegrasi.

Meski MRT sudah diresmikan, sampai saat ini pemerintah belum mengumumkan tarif yang berlaku pada April 2019. Sementara masih terus digodok tarifnya, Aditya mengharapkan pemerintah harus menerapkan tarif yang terpadu dengan moda transportasi lainnya.

"Kalau ingin masyarakat beralih ke MRT, pertama tarif yang diberikan harus tarif yang terjangkau. Dalam artian bahwa tarif itu sebetulnya yang terpadu moda artinya MRT tidak bisa berdiri sendiri dengan tarif tunggal, harus bisa diintegrasikan dengan moda transportasi lainnya," kata Aditya kepada Republika.co.id, Ahad.

Misalnya, kata Aditya, jika nantinya pemerintah menetapkan tarif MRT Rp 10 ribu maka nominal tersebut bisa termasuk moda transportasi lainnya, seperti Transjakarta atau angkutan lain. Jika hal tersebut diterapkan, menurut Aditya baru bisa dikatakan tarif MRT terpadu moda.

Dia menilai, sistem tarif tersebut yang paling diharapkan masyarakat terutama yang masih harus berpindah moda lainnya saat menuju ke lokasi tujuan. "Dari lokasi A ke B dan ke C. Jangan sampai tarifnya A ditambah tarif B ditambah tarif C. Harusnya tarif sudah bundling dalam satu paket sebagai tarif integrasi antarmoda," ungkap Aditya.

Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dalam peresmian MRT Jakarta secara simbolis di Stasiun Istora Mandiri, Ahad (24/3).

Selain itu, Aditya menyarankan tarif MRT akan lebih ideal jika sifatnya tidak tarif tunggal. Artinya, lanjut dia, tarif MRT harus berdsarkan jarak atau jumlah kilometer bukan flat sehingga mahal untuk jarak dekat.

Aditya menilai jika dikenakan tarif tunggal maka masyarakat masih akan terdorong lebih memilih transportasi alternatif seperti kendaraan pribadi atau ojek daring yang lebih murah. Bahkan, Aditya mengatakan MRT harus bisa menerapkan integrasi ticketing dalam sistem pembayaran.

"Jangan sampai setelah moda transportasi nanti menerbitkan kartu masing-masing, dompet kita bisa tebal sama kartu-kartu. Jadi moda transportasi ga efisen," tutur Aditya.

Dengan begitu, MRT akan lebih dilirik jika sistem pembayaran dengan satu kartu yang sama berikut juga tarif yang terpadu moda. Sebab, menurutnya membutuhkan pemerintah perlu membuat dorongan yang lebih menarik agar membuat masyarakat khususnya pengguna kendaraan pribadi berpindah ke transportasi massal.


Berita Terkait
  • Ada 80 Ribu Kursi Gratis MRT Hingga 31 Maret Ini
  • Menjaga MRT
  • MRT Beroperasi, PDIP: Jokowi Kedepankan Kepentingan Publik
Berita Lainnya
  • Menikmati Pinang dan Laut di Pulau Dodola Morotai
  • Larangan Terbang Boeing MAX 8 Sampai Ada Keputusan Federasi

Pengamat: Tarif MRT Harus Terintegrasi

Pengamat: Tarif MRT Harus Terintegrasi

Pengamat: Tarif MRT Harus Terintegrasi

Pengamat: Tarif MRT Harus Terintegrasi

Pengamat: Tarif MRT Harus Terintegrasi

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya