0
Thumbs Up
Thumbs Down

Perdana Resmi Beroperasi, Wahai Penumpang, Lihat Aturan Naik MRT

Antvklik
Antvklik - Sun, 24 Mar 2019 17:42
Viewed: 275
Hari pertama Mass Rapid Transit (MRT), banyak menuai pujian dan juga komentar di media social, terutama prilaku penumpang yang dinilai "norak".

newsplus.antvklik.com - Memang banyak berseliweran foto-foto para penumpang yang berprilaku aneh cenderung melanggar aturan, sebut saja seperti bergelantungan, membuang sampah sembarangan, makan di temapt yang dilarang dan lain-lain.

Makan Bersama yang Tidak Pada Tempatnya[/caption]

"Maaf tidak boleh makan dan minum di area stasiun," kata seorang satpam perempuan kepada pengunjung.

"Maaf tidak boleh duduk di lantai di area stasiun," katanya kepada pengunjung lain.

Dua teguran tersebut muncul di lantai pertama stasiun, sebelum menuju peron Mass Rapid Transit atau MRT, malahan di dekat pintu masuk-keluar menuju Jalan M.H. Thamrin, seorang satpam harus berulang kali menegur penumpang.

Masalah bukan hanya sampai di situ, di lantai dekat booth tiket, banyak noda hitam seperti bekas tumpahan makanan atau minuman yang mengandung gula dan terinjak-injak, padahal aturannya pengunjung tidak diperbolehkan sama sekali membawa makanan.

Soal tempat sampah juga masih jadi "PR", karena tak ada tong sampah permanen seperti di pusat perbelanjaan maupun tempat hiburan, dan sepertinya hal tersebut tak diantisipasi oleh pengelola.

Masih di tempat yang sama, sesekali pengunjung duduk dan jongkok di lantai, sehingga mereka pun menjadi sasaran teguran petugas, meski faktanya memang tak ada satu pun kursi untuk rehat di area yang tepat berada di bawah Jalan M.H. Thamrin.

Perilaku masyarakat saat mencoba MRT Jakarta seperti ini sempat viral di media sosial, sejumlah gambar yang diunggah menunjukkan masyarakat yang duduk di lantai sembari makan-minum selayaknya sedang piknik.

Ada pula foto ibu-ibu bergelantungan di dalam MRT. Juga yang mengantre tidak pada tempatnya.

Ada juga Emak-Emak Bergelantungan Injak Kursi[/caption]

Melihat foto-foto tersebut, diksi para netizen serupa: mereka norak.

Ada yang bergelantungan super bebas[/caption]

Pada akun Instagram @jktinfo, banyak pula warganet yang mengeluhkan perilaku tersebut. Misalnya ada yang berkata begini: "kesal karena enggak tertib dan bikin kotor, tapi sedih karena sampai segitunya ngajak piknik ke stasiun sekalian naik MRT."

https://www.instagram.com/p/BvWFW97nXVA/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1iev2ggkwd17q

Salah seorang penumpang bernama Aries (38), berpendapat, aturan yang diterapkan di MRT memang cukup ketat, apalagi bila dibandingkan dengan KRL biasa, sehingga semestinya banyaknya pelanggaran dari pengunjung dapat dimengerti.

"Itu, kan, karena kita belum terbiasa. Beda sama peraturan di stasiun lain yang masih longgar. Jadi pas ke sini pun terbawa [kebiasaan di tempat lain]," katanya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sendiri menyayangkan perilaku masyarakat yang melanggar aturan seperti makan dan minum di stasiun selama uji coba publik Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT).

"Ada dua yang dievaluasi. Pertama, lifestyle dari masyarakat. Masyarakat kurang tertib, makan di stasiun, gelantungan, itu viral. Saya mengharapkan ada kultur baru dan kita memang harus menyesuaikan," ujar Budi Karya

Selain tidak makan dan minum, menurut Budi, secara etik di dalam MRT masyarakat diharap tidak banyak berbicara dan membatasi penggunaan ponsel genggam.

"Kita lebih cenderung minta ke masyarakat meningkatkan kesadaran kultur baru daripada kita melakukan suatu 'law enforcement'," kata Budi.

Budi juga meminta kepada pihak MRT untuk mempersiapkan tim yang bisa menegur dengan tegas mereka yang melanggar, sehingga bisa dievaluasi secara teknis.

Akan tetapi, perilaku pelanggaran penumpang MRT, ada juga yang bisa memahami.

Direktur Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja mengatakan, bahwa perilaku merundung pengguna MRT sama sekali tidak baik.

"Mereka belum tentu pernah keluar negeri dan melihat seperti apa sih naik MRT," kata Elisa

"Lagipula MRT di Jakarta, kan, tidak eksklusif hanya untuk orang-orang yang berdasi dan wangi saja," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengaku tahu bahwa perilaku para pengguna sempat viral di media sosial, dan bisa memahami bahwa, hal itu hanya karena kurang sosialisasi saja, dan kedepan, sosialisasi akan terus digencarkan.

"Sekarang ini kami lagi ada di fase sosialisasi, edukasi kepada masyarakat. Ini milik kita, pertama kali, dan kita jaga," ucap William

Manajemen menetapkan tujuh larangan saat naik MRT:


  1. Berjualan.

  2. Membuang sampah.

  3. Membawa binatang.

  4. Membawa benda mudah terbakar.

  5. Membawa benda berbau menyengat.

  6. Makan dan minum.

  7. Menekan tombol darurat (Panic Bottom) tanpa alasan.

Source: Antvklik

Perdana Resmi Beroperasi, Wahai Penumpang, Lihat Aturan Naik MRT

Perdana Resmi Beroperasi, Wahai Penumpang, Lihat Aturan Naik MRT

Perdana Resmi Beroperasi, Wahai Penumpang, Lihat Aturan Naik MRT

Perdana Resmi Beroperasi, Wahai Penumpang, Lihat Aturan Naik MRT

Perdana Resmi Beroperasi, Wahai Penumpang, Lihat Aturan Naik MRT

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri