0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pembunuhan Seorang Caleg

Republika Online
Republika Online - Sat, 20 Apr 2019 15:59
Viewed: 42
Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pembunuhan Seorang Caleg

WONOGIRI -- Tim penyidik Satuan Reskrim Polres Wonogiri masih melakukan pemeriksaan tujuh saksi terkait kasus dugaan pembunuhan seorang caleg asal Sragen. Adapun tersangka yang sudah ditetapkan yaitu NK (41 tahun) warga Kaloran Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri kota.

Kepala Polres Wonogiri AKBP Uri Nartanti melalui Kasat Reskrim AKP Aditia Mulya Ramdhani, di Wonogiri, Sabtu (20/4), mengatakan, kasus dugaan pembunuhan dengan korban anggota Caleg Golkar asal Sragen, Sugimin (52) kini sedang memasuki tahap pemeriksaan tujuh saksi.

"Kami masih melakukan pemeriksaan tujuh saksi. Dan, kami masih memerlukan banyak saksi untuk mendukung berkas perkara kasus pembunuhan korban Sugimin," kata Aditia.

Selain itu, pihaknya juga menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Polda Jateng, untuk mengetahui penyebab kematian korban, apakah sesuai dugaan meninggal karena racun tikus. "Kami dari hasil keterangan para saksi kemudian akan melakukan rekontruksi kasus dugaan pembunuhan itu," tuturnya.

Menyinggung soal kasus pembunuhan caleg Sragen apakah ada tersangka lain, Aditia mengatakan pihaknya untuk sementara menetapkan tersangka, NK. Sedangkan, M (66) ayah tersangka NK yang memberikan keterangan palsu masih dalam pertimbangan.

Peristiwa kasus pembunuhan tersebut berawal korban Sugimin bertemu dengan tersangka, NK warga Wonogiri kota pada Kamis (11/4). Korban diberi obat kapsul yang sudah di "mix" dengan racun tikus didalamnya. Korban Kemudian mengeluhkan sakit perut.

Korban kemudian dibawa tersangka ke rumah skait swasta di Wonogiri, dan dirawat selama 3 hari. Belum sembuh benar, minta di antar pulang ke Sragen pada Sabtu (13/3). Namun, tersangka mengajak korban pulang ke Wonogiri ganti mobil. Karena masih sakit, dikasih lagi obat beracun itu, oleh tersangka, karena kondisi masih sakit.

Menurut Aditia antara tersangka dan korban mempunyai hubungan yang rumit. Namun, tersangka menolak untuk dipublikasikan karena menyangkut aib seseorang yang sudah meninggal.

Tersangka dan korban hubungannya sudah lama, dan masing-masing sudah mempunyai pasangan resmi. Tersangka tega melakukan pembunuhan motifnya karena sakit hati.

Korban diracun diduga menggunakan racun tikus oleh tersangka sebanyak 3 kali. Racun tikus itu, dimasukan kedalam kapsul obat diare yang isinya sudah dibuang sebagian. Korban diracun sejak Kamis (11/4) setelah awalnya mengeluh sakit perut. Korban dua kali keluar masuk rumah sakit dengan di antar oleh tersangka.

"Tersangka kini ditahan dititipkan di Rutan Wonogiri. Polisi sudah menyiapkan pasal untuk menjerat tersangka yakni pasal Pasal 340 Jo 338 KUHP tentang pembunuhan berencana," ujarnya.


Berita Terkait
  • KPU Kalbar Gelar Pemungutan Suara Ulang 25 April
  • KPU Jabar: 12 Petugas KPPS Meninggal Saat dan Usai Bertugas
  • Real Count Lebih dari 4,5 persen, KPU Pastikan Server Aman
Berita Lainnya
  • Indonesia Dukung Kemajuan Ekonomi Bersama ASEAN
  • Sabda Nabi tentang Keberkahan Harta

Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pembunuhan Seorang Caleg

Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pembunuhan Seorang Caleg

Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pembunuhan Seorang Caleg

Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pembunuhan Seorang Caleg

Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pembunuhan Seorang Caleg

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri