0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tarif MRT Rp8.500 Masih Kemahalan? Awas Warga Lari

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 26 Mar 2019 11:03
Viewed: 168
Jakarta

Besaran tarif maksimal Moda Terpadu Raya (MRT) telah disepakati oleh DPRD DKI Jakarta sebesar Rp8.500. Meski demikian, angka itu dinilai masih terlalu mahal untuk ongkos sebuah moda transportasi publik. Besaran tarif itu dikhawatirkan mengurangi minat masyarakat menggunakan MRT.

"Terlalu kemahalan. Coba Anda bayangin dengan Commuter Line, itu harganya jauh lebih murah," ujar Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setiwarjno saat dihubungi KORAN SINDO, Senin (25/3/2019).

Djoko melihat, MRT sebagai transportasi publik, semestinya Pemprov DKI menyadari besaran itu. Tidak perlu mematok harga tinggi apabila ingin mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi publik.

Baca Juga: DPRD Usulkan Tarif MRT Rp8.500, MTI: Masih Mahal Itu

Alasan modal pembangunan MRT mahal, kata Djoko, tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan taruf. Sebab dengan adanya MRT akan mendapatkan sisi ekonomi lainnya, terlebih akan ada banyak tenant di sejumlah stasiun yang bisa disewakan.

"Dari situ juga bisa mendapatkan keuntungan," kata Djoko.

Ia kemudian mencontohkan KRL Commuter Line saat pertama kali beroperasi. Kala itu harga yang ditawarkan cukup murah sehingga minat masyarakat tinggi. Baru sedikit demi sedikit KRL menaikkan harga tiket.

"Ada gejolaknya? Tidak ada kan? Semua menerima, karena emang harganya cukup murah," tuturnya. Diketahui, harga tiket KRL Commuter Line Jakarta Kota-Bogor hanya sebesar Rp6.000.

Sekertaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, sebeluknya mengatakan, pihaknya akan meminta waktu kepada pimpinan DPRD untuk kembali membahas besaran tarif yang diusulkan semula. Menurutnya, permintaan tersebut sesuai arahan Gubernur Anies setelah dirinya bersama BUMD melaporkan hasil pembahasan tarif bersama DPRD.

Baca Juga: Gerindra Bilang Anies Bisa Setengah Mati Bangun Itu

"Di sini kan ada angka yang diusulkan dari hasil usulan BUMD dan usulan dari DTKJ yang besarannya Rp10.000 dan Rp12.000. Tentu ini jangan terburu-buru ditetapkan. Masih ada ruang untuk kita eksekutif dan legislatif membicarakan ini lebih dalam terhadap implikasi ini semuanya, karena kita tak ingin moda transportasi yang begini baik ini nanti karena ada implikasi yang berkepanjangan," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Sindonews

Penulis: Redaksi

Editor: Vicky Fadil


Foto: Aprillio Akbar

Source: wartaekonomi

Tarif MRT Rp8.500 Masih Kemahalan? Awas Warga Lari

Tarif MRT Rp8.500 Masih Kemahalan? Awas Warga Lari

Tarif MRT Rp8.500 Masih Kemahalan? Awas Warga Lari

Tarif MRT Rp8.500 Masih Kemahalan? Awas Warga Lari

Tarif MRT Rp8.500 Masih Kemahalan? Awas Warga Lari

  
OUR PARTNERS
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya