0
Thumbs Up
Thumbs Down

100 Ribu Bayi Tewas Tiap Tahun Akibat Perang

okezone
okezone - Fri, 15 Feb 2019 19:50
Dilihat: 59

MUNICH- Sedikitnya 100 ribu bayi tewas setiap tahun akibat perang yang memberikan dampak kelaparan hingga penolakan bantuan kesehatan.

Data ini berdasarkan laporan yang dikeluarkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hak-hak anak, Save The Children International, pada Jumat (15/2/2019).

Laporan menyebutkan ada 550 ribu anak telah meninggal akibat perang sejak 2013 dan 2017.

Umumnya, para anak-anak itu meninggal akibat mengalami kelaparan, tak ada perawatan imbas rumah sakit yang rusak, serta kurangnya akses perawatan kesehatan hingga tak ada bantuan.

Sedangkan anak-anak yang bertahan hidup atau cacat akan direkrut oleh kelompok bersenjata, diculik atau menjadi korban kekerasan seksual.

"Satu dari lima anak yang tinggal di daerah-daerah konflik. Angka ini lebih banyak dalam dua dekade terakhir," kata CEO Save The Children International Helle Thorning-Schmidt, dalam sebuah pernyataan mengutip AFP via News24.

"Jumlah anak yang terbunuh atau cacat lebih dari tiga kali lipat. Dan kami melihat adanya peningkatan yang mengkhawatirkan," katanya saat merilis laporan di Konferensi Keamanan yang diselenggarakan di Munich, Jerman.

Save The Children mengatakan, dalam sebuah penelitian dari Peace Research Institute Oslo menemukan bahwa 420 juta anak-anak tinggal di daerah terdampak konflik pada 2017.

Jumlah ini mewakili 18 persen dari semua anak di seluruh dunia dan naik 30 juta dari tahun sebelumnya.

Negara-negara yang masuk dalam daftar negara paling terdampak perang adalah Afganistan, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Iraq, Mali, Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, Suriah dan Yaman.

Jumlah total kematian akibat efek tidak langsung selama periode lima tahun melonjak menjadi 870 ribu.

Badan amal tersebut juga merilis daftar rekomendasi untuk membantu melindungi anak-anak dengan langkah seperti komitmen batas usia minimum 18 tahun untuk perekrutan militer hingga menghindari penggunaan senjata berbahan peledak di daerah-daerah berpenduduk.

Thorning-Schmidt mengatakan meningkatnya jumlah anak sebagai korban sangat mengkhawatirkan.

"Sangat mengejutkan bahwa pada abad ke-21 kita mengalami kemunduran pada prinsip dan standar moral yang begitu sederhana, anak-anak dan warga sipil seharusnya tidak boleh menjadi sasaran."

Sumber: okezone

100 Ribu Bayi Tewas Tiap Tahun Akibat Perang

100 Ribu Bayi Tewas Tiap Tahun Akibat Perang

100 Ribu Bayi Tewas Tiap Tahun Akibat Perang

100 Ribu Bayi Tewas Tiap Tahun Akibat Perang

100 Ribu Bayi Tewas Tiap Tahun Akibat Perang

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza