0
Thumbs Up
Thumbs Down

Buwas Kini Produksi Kopi Ganja

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 16 May 2019 10:50
Dilihat: 37
Jakarta

Budi Waseso, Dirut Perum Bulog, ternyata punya cerita unik yang penuh berkah. Pria yang akrab dipanggil Buwas ini memulai ceritanya ketika masih bertugas sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Salah satu tugas dia adalah mengubah ladang ganja menjadi ladang tanaman lain yang lebih baik.

"Nah, di Aceh saya berhasil mengubah ladang ganja menjadi ladang kopi," cerita Buwas dalam acara Silaturahmi Bulog dan Buka Bersama Bulog dengan Para Pemimpin Redaksi Media Masa Nasional.

Pada saat menjelang pensiun dari BNN, cerita Buwas, para petani mulai menanyakan bagaimana masa depan kebun kopi mereka. Buwas sempat bingung sesaat karena memang belum tahu siapa yang akan membeli kopi mereka. Akhirnya Buwas memilih bertanggung jawab sendiri. "Saya beli seluruh kopi mereka agar mereka tetap percaya kepada negara," cerita Buwas.

Singkat cerita Buwas pensiun dari BNN dan diangkat jadi Dirut Bulog. "Terpaksa saya serahkan kepada adik dan teman-teman saya untuk menjalankan program kopi," lanjutnya.

Baca Juga: Kopi Indonesia Laris Manis di Negeri Paman Sam

Maklum, jumlah kopi yang dibelinya lumayan banyak. Setelah dipelajari, kopi yang dibeli ternyata kopi premium sehingga tidak mungkin bersaing dengan kopi-kopi lokal seperti Kapal Api atau Torabika.

Selanjutnya tim kopi ini belajar kopi dari partner mereka dari Italia. "Dari situ, kita belajar bagaimana menanam, memanen, roasting, brewing dan sebagainya," cerita Buwas. Dari situ pula, makin terasa bahwa kopi yang dimilikinya adalah kopi premium.

Akhirnya, muncul satu kesempatan untuk ikut lomba kopi internasional. "Semula kami ragu karena memproduksi pun belum, tapi sudah mau ikut pertandingan tingkat internasional," ujar Buwas. Tapi, akhirnya diputuskan untuk ikut bertanding.

Di sinilah titik balik dari kegigihan Buwas mulai memberi tanda-tanda keberhasilan. "Salah satu kopi saya mendapat nomor 2 di level internasional," cerita Buwas sambil tertawa.

Dampak dari keberhasilan ini adalah munculnya permintaan dari beberapa negara Eropa. "Akhirnya, kami baru bisa memenuhi permintaan dari Amsterdam," ujar Buwas.

Buwas sendiri sekarang masih konsentrasi mengurus Bulog dan sibuk berperang dengan mafia pangan. Tapi kopi tetap jadi perhatiannya. Maklum, menurut Buwas, spirit dari kopi yang diberi merek "Kopi Jenderal Nusantara Buwas" ini bermula dari rasa ingin menolong dan tanggung jawab.

Baca Juga: Fore Coffee, Kedai Kopi Ramah Teknologi

Di acara ini, Warta Ekonomi mencoba salah satu kopi Buwas, yakni kopi "Ganja" alias singkatan dari Gayo dan Java. Rasanya? Woow, membuat fly.

Penulis: Muhamad Ihsan

Editor: Rosmayanti


Foto: Muhamad Ihsan

Sumber: wartaekonomi

Buwas Kini Produksi Kopi Ganja

Buwas Kini Produksi Kopi Ganja

Buwas Kini Produksi Kopi Ganja

Buwas Kini Produksi Kopi Ganja

Buwas Kini Produksi Kopi Ganja

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya