0
Thumbs Up
Thumbs Down

Cerita-Cerita di Balik Asal Usul Kawasan Condet

okezone
okezone - Wed, 12 Jun 2019 08:03
Dilihat: 103
Cerita-Cerita di Balik Asal Usul Kawasan Condet

JAKARTA - Kawasan Condet merupakan daerah yang cukup popular di Jakarta Timur. Selain namanya yang cukup unik, daerah ini mempunyai beberapa peninggalan dan cagar budaya.

Condet sendiri merupakan daerah di Kecamatan Kramat Jati, yang terdiri dari 3 kelurahan, yaitu Batuampar, Balekambang, dan Kampung Gedung. Namun, tahukah anda asal muasal nama Condet tersebut?

Baca juga: Masjid Agung Sunda Kelapa dan Bayang-Bayang Trauma G30SPKI

Melansir laman Jakarta.go.id, Rabu (11/6/2019), nama Condet berasal dari nama sebuah anak sungai Ciliwung, yaitu Ci Ondet. Ondet, atau ondeh, atau ondeh - ondeh, adalah nama pohon yang nama ilmiahnya Antidesma diandrum Sprg. Di mana tanaman tersebut termasuk famili Antidesmaeae (Fillet, 1888:128), semacam pohon buni, yang buahnya biasa dimakan.

Selain itu, terdapat juga cerita rakyat yang beredar di masyarakat bahwa kata Condet berasal dari nama seseorang yang memiliki kesaktian dan memiliki bekas luka diwajahnya (codet), orang sakti tersebut sering muncul di Batu Ampar, Balekambang dan Pejaten. Ada lagi yang mengatakan bahwa orang yang memiliki kesaktian tersebut adalah Pangeran Geger atau Ki Tua.

Akan tetapi, untuk memastikan hal tersebut, bila melansir Wikipedia, sejarah kawasan Condet terbagi 3 cerita. Di mana, masing-masing cerita mempunyai bukti yang otentik.

Baca juga: Sejarah Kota Bekasi, Bermula dari Aksi 40.000 Orang pada 1950

Cerita pertama menyinggung-nyinggung Condet adalah catatan perjalanan Abraham van Riebeeck di mana waktu masih menjadi Direktur Jenderal VOC di Batavia (sebelum menjadi Gubernur Jendral). Dalam catatan tersebut, pada tanggal 24 September 1709 Van Riebeck beserta rombongannya berjalan melalui anak sungai Ci Ondet "Over mijin lant Paroeng Combale, Ratudjaja, Depok, Sringsing naar het hooft van de spruijt Tsji Ondet",..(De Haan 1911: 320).

Sementara itu, cerita kedua terdapat dalam surat wasiat Pangeran Purbaya dari Banten, yang dibuat sebelum berangkat ke pembuangan di Nagapatman, disahkan oleh Notaris Reguleth tertanggal 25 April 1716. Dalam surat wasiat itu antara lain tertulis, bahwa Pangeran Purbaya menghibahkan beberapa rumah dan sejumlah kerbau di Condet kepada anak - anak dan istrinya yang ditinggalkan (De Haan, 1920:250).

Keterangan ketiga adalah Resolusi pimpinan Kompeni di Batavia tertanggal 8 Juni 1753, yaitu keputusan tentang penjualan tanah di Condet seluas 816 morgen (52.530 ha), seharga 800 ringgit kepada Frederik Willem Freijer. Kemudian kawasan Condet menjadi bagian dari tanah partikelir Tandjoeng Oost, atau Groeneveld (De Haan 1910:51).

Baca juga: Asal Usul Masjid Luar Batang dan Kisah Habib Husein bin Abubakar Alaydrus


Setelah mengalami sejarah yang cukup banyak, Condet dulunya juga terkenal dengan kebun buah duku dan salak. Namun, seiring dengan semakin banyaknya penduduk, kebun-kebun duku dan kebun-kebun salak berubah menjadi pemukiman penduduk.

Sumber: okezone

Cerita-Cerita di Balik Asal Usul Kawasan Condet

Cerita-Cerita di Balik Asal Usul Kawasan Condet

Cerita-Cerita di Balik Asal Usul Kawasan Condet

Cerita-Cerita di Balik Asal Usul Kawasan Condet

Cerita-Cerita di Balik Asal Usul Kawasan Condet

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya