0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dugaan Kartel terkait Impor Bawang Putih Menguat

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 15 May 2019 14:40
Dilihat: 28
Jakarta

Organisasi Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) menduga terjadi praktik kartel terkait impor bawang putih.

Syaiful Bahari, Anggota Dewan Pertimbangan Almisbat mengatakan, sejak Februari 2019, pihaknya mengingatkan pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk menerbitkan rekomendasi dan persetujuan impor karena kurangnya pasokan akan mengakibatkan kenaikan harga bawang putih. Akan tetapi, peringatan ini, katanya, tidak digubris sehingga terjadi kenaikan harga yang mencapai Rp100.000 per kg di beberapa daerah.

"Kami pandang kurangnya pasokan bukan karena anomali pasar atau harga di daerah asal, China mahal, atau masalah iklim. Ini terjadi karena hambatan rekomendasi impor produk holtikultura (RIPH) di Kementan dan surat persetujuan impor di Kemendag. Ada apa sebenarnya penundaan ini sampai empat bulan berturut-turut? Sampai saat ini pemerintah tidak memberikan jawaban," tuturnya, Rabu (15/5/2019).

Pihaknya menduga terjadi rekayasa pasar yang mengarah pada tindakan kartel jilid kedua yang berhubungan dengan keterlambatan penerbitan RIPH serta penetapan harga jual sebesar Rp25.000 secara sepihak antara Kementan dan para importir atas nama operasi pasar.

Baca Juga: Kemendag Pastikan Harga Bawang Putih Kembali Stabil

Dugaan tindakan kartel ini, menurutnya, bertujuan untuk meningkatkan harga jual bawang putih yang sempat anjlok pada akhir 2018 lalu.

Menurutnya, harga yang disepakati pemerintah dan importir tidak memiliki dasar hukum maupun perhitungan nilai keekonomian yang jelas. Pasalnya, harga bawang putih dari China yang dikapalkan ke Indonesia sebesar Rp14.500 sehingga jika dibanderol seharga Rp25.000 dalam operasi pasar, menurutnya, masih terlampau tinggi.

"Penetapan harga ini melanggar Undang-undang 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat," ucapnya.

Sebelumnya, KPPU pernah memperkarakan 19 perusahaan dalam kasus kartel impor bawang putih. Dalam perkara dengan nomor registrasi 05/KPPU-I/2013 ini, 19 terlapor terbukti melanggar pasal 11, pasal 19 huruf c, dan pasal 24 UU nomor 5 tahun 1999 dan telah berkekuatan hukum tetap pada tingkat kasasi Mahkamah Agung.

Baca Juga: Keputusan Tolak Impor Bawang Putih Pas Mantap!

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti


Foto: Yusuf Nugroho

Sumber: wartaekonomi

Dugaan Kartel terkait Impor Bawang Putih Menguat

Dugaan Kartel terkait Impor Bawang Putih Menguat

Dugaan Kartel terkait Impor Bawang Putih Menguat

Dugaan Kartel terkait Impor Bawang Putih Menguat

Dugaan Kartel terkait Impor Bawang Putih Menguat

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri