0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ibu Bhayangkari Gadungan Dituntut 3,5 Tahun

Nusabali
Nusabali - Wed, 22 May 2019 11:24
Dilihat: 37
Ibu Bhayangkari Gadungan Dituntut 3,5 TahunDENPASAR,
Sidang kasus penipuan perekrutan anggota polisi yang dilakukan Niswatun Badriyah, 25 yang mengaku sebagai istri polisi (Bhayangkari) memasuki agenda tuntutan di PN Denpasar, Selasa (21/5). Wanita asal Sidoarjo, Jawa Timur ini dituntut hukuman 3,5 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam tuntutan dinyatakan terdakwa terbukti melakukan penipuan dengan menjanjikan korban bisa masuk sebagai anggota polisi sehingga menyebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp 639 juta. Perbuatannya ini diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Niswatun Badriyah dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan, dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah tetap ditahan," tegas JPU Mia Fida dihadapan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa.

Menanggapi tuntutan ini, Badriyah yang menghadapi sendiri persidangan tanpa didampingi penasehat hukum, minta waktu menyampaikan pledoi pada sidang berikutnya, Selasa (28/5) mendatang. "Saya minta waktu untuk menyampaikan pembelaan," ujar terdakwa yang diberikan waktu satu pekan menyiapkan pembelaannya.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya, kasus ini berawal pada tahun 2017. Kala itu, terdakwa menyewa salah satu kamar kos milik korban yang beralamat Jalan Tukad Balian, Gang Depo No 3, Renon, Denpasar. Sejak saat itu terdakwa sering bertemu ibu korban Ni Made Muliadi sembari berbincang-bincang.

"Pada saat itu terdakwa mengaku dari keluarga Polisi dan terdakwa juga mengaku sudah meloloskan orang jadi Akpol. Lalu terdakwa mengatakan,"anak ibu mau cari Polisi yah, tapi tidak lulus yah?, dan ibu saksi korban pun menjawab,"iya anak saya tidak lulus kemarin", kata Jaksa kala itu.

Selain mengaku dari keluarga Polisi, terdakwa juga mengaku jika suaminya merupakan lulusan Akpol dan sudah bertugas di Polres Klungkung. Korban dan ibu korban pun terbuai dengan kata-kata manis dengan meminta tolong kepada terdakwa agar bisa lolos menjadi Polisi.

Permintaan korban pun disanggupi terdakwa sehingga beberapa minggu setelahnya terdakwa memberi tawaran kepada korban bahwa ada paket seharga Rp150 juta untuk langsung lulus jadi Polisi. Akan tetapi biaya yang dipatok Badriyah itu berkembang hingga mencapai Rp 639 juta yang diberikan kepada terdakwa secara cash maupun ditransfer ke rekening Bank BNI yang diklaim milik Jenderal Kepolisian.

Namun akhirnya saksi I Ketut Widiyantara Udayana tidak lolos ujian pertama yakni tes psikologi dan saksi I Ketut Widiyantara Udayana dijanjikan berangkat tapi sampai sekarang tidak diberangkatkan. "Uang saksi juga dipergunakan untuk keperluan terdakwa sendiri," beber Jaksa dalam dakwaan. *rez
Sumber: Nusabali

Ibu Bhayangkari Gadungan Dituntut 3,5 Tahun

Ibu Bhayangkari Gadungan Dituntut 3,5 Tahun

Ibu Bhayangkari Gadungan Dituntut 3,5 Tahun

Ibu Bhayangkari Gadungan Dituntut 3,5 Tahun

Ibu Bhayangkari Gadungan Dituntut 3,5 Tahun

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya