0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ingat! Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Diperjualbelikan

okezone
okezone - Mon, 19 Nov 2018 12:25
Dilihat: 122

JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta memonopoli sistem jual-beli hunian DP Nol Rupiah. Pembeli maupun penjual rumah diwajibkan melapor ke pemprov.

Jadi, solusi rumah warga (samawa) ini bukan diperuntukkan bagi investasi. Jika masyarakat kedapatan membeli atau menjual unit kepada orang lain akan dikenakan sanksi.

"Apabila setelah pelunasan ada yang mau menjual, maka harus lapor ke Pemprov DKI, tidak bisa langsung kepada orang lain," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta Meli Budiastuti.

Alasan Pemprov DKI memonopoli sistem DP Nol Rupiah lantaran tujuan pembangunan hunian ini hanya untuk masyarakat menengah ke bawah yang memiliki KTP Jakarta, sebab calon pembeli berpenghasilan maksimal Rp7 juta.

Baca Juga: Cicilan DP Rp0 Dibayar Setelah Tempati Rusunami

Karena itu, DP Nol Rupiah tidak sama dengan program 1.000 tower milik pemerintah pusat. Pada program tersebut, DKI tidak bisa masuk dan mengawasi. Hal ini kemudian menjadi masalah lantaran calon pembeli unit melakukan investasi. Mereka membeli banyak unit untuk disewakan atau di jual nanti.

"Ini menjadi pelajaran kami. Kami tak ingin terjadi di DP Nol Rupiah," ucapnya. Untuk pembelian hunian DP Nol Rupiah dari masyarakat ke Pemprov DKI harganya ditentukan melalui appraisal. Artinya, pembeli tidak bisa sepenuhnya menentukan taksiran harga berdasarkan keinginannya. Besaran harga ditentukan Nilai Jual Objek Bangunan (NJOB) dan Nilai Jual Objek Tanah (NJOT).

"Keuntungannya bila objek itu naik otomatis akan naik juga harganya," katanya.

Setelah unit laku terjual, Pemprov DKI akan menjual kembali kepada masyarakat yang belum memiliki rumah. Hunian DP Nol Rupiah tengah dibangun di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Nanti akan dibangun 780 unit yang terdiri dari dua tipe, yakni 420 unit tipe 21 dengan satu kamar dan 360 unit tipe 36 dengan dua kamar. Harga jual unit tipe 21 sebesar Rp184.800.000- Rp213.400.000. Sedangkan harga tipe 36 dibanderol mulai dari Rp304.920.000- Rp310.000.000. Hingga kemarin, Pemprov DKI mencatat lebih dari 2.000 orang mendaftar untuk membeli unit DP Nol Rupiah. Jumlah pendaftar ini diperkirakan terus bertambah dan melebihi target hingga penutupan 21 November mendatang.

Baca Juga: Rumah DP 0 Rupiah di DKI Bisa Dicicil 20 Tahun

Meski sudah melampaui target, dia tak ambil pusing dengan ketersediaan unit yang hanya berjumlah 780 unit. Instansinya akan melakukan verifikasi pada 22 November bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Badan Retribusi Pajak Daerah (BPRD) DKI Jakarta.

"Dia sebagai wajib pajak maksimal pendapatan Rp7 juta dan menjadi bahan kami untuk menyeleksi. Disduk capil juga punya data besar guna mengetahui penduduk Jakarta," kata Meli. Bagi mereka yang belum terdaftar, Dinas Perumahan dan Gedung DKI memasukkan mereka sebagai daftar tunggu atau waiting list sambil menunggu pembangunan selanjutnya di beberapa lokasi di Jakarta.

Mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) No. 04/ 2018, maka BUMD maupun BUMN diminta membantu membangun hunian DP Nol Rupiah termasuk di Jakarta Pusat Perumnas yang akan mem bangun unitnya. "Kami merintis dengan PD Pembangunan Sarana Jaya dulu. Nanti akan dikerja samakan dengan pihak lain," ujar Meli. Sementara itu, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menilai, DP Nol Rupiah bukanlah investasi yang cocok bagi masyarakat Jakarta. Sebab sistem DP Nol Rupiah terlalu dimonopoli Pemprov DKI. Menurutnya, DP Nol Rupiah tak ubahnya rumah susun sederhana sewa (rusunawa) DKI.

Hanya saja, keunggulan rusunawa memiliki harga sewa lebih murah. "Kalau DP Nol Rupiah kita bayar. Setelah 20 tahun, kita juga harus bayar lagi untuk bangunan baru. Apakah ini namanya investasi," kata Bestari. Untuk investasi, dia melihat rusunawa merupakan tempat yang cocok dengan harga sewa Rp350.000-500.000 perbulan sehingga penyewa bisa menabung untuk hari tua atau berinvestasi di tempat lain.


Apalagi antara rusunawa dan DP Nol Rupiah tak jauh berbeda. Masyarakat bisa melimpahkan kepada anggota keluarga lain mau pun ahli waris selama dalam satu Kartu Keluarga (KK) yang sama. "Yang jelas nilainya jauh lebih baik," ucap Bestari.

Sumber: okezone

Ingat! Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Diperjualbelikan

Ingat! Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Diperjualbelikan

Ingat! Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Diperjualbelikan

Ingat! Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Diperjualbelikan

Ingat! Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Diperjualbelikan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza