0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jelang Tahun Baru, Spanduk Liar di Depok Kian Marak

Republika Online
Republika Online - Fri, 15 Dec 2017 01:41
Dilihat: 44
Jelang Tahun Baru, Spanduk Liar di Depok Kian Marak

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Memasuki pengujung tahun, tren pemasangan spanduk liar di lokasi terlarang terus meningkat.

"Kami tidak tinggal diam dengan hal tersebut, dan akan bekerja lebih ekstra lagi demi menjaga keindahan Kota Depok dari maraknya pemasangan atribut ilegal," ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Dudi Miraz di Balai Kota Depok, Kamis (14/12).

Diutarakan Dudi, maraknya pemasangan spanduk liar karena banyaknya promosi properti, mobil, motor, elektronik maupun barang-barang mewah lainnya.

"Untuk itu kami gencar melakukan penertiban spanduk dan reklame tak berizin, terutama di bulan Desember 2017 ini. Setiap hari kami mengerahkan Satgas Satpol PP untuk menurunkan spanduk-spanduk liar," ujarnya.

Data yang dihimpun Satpol PP, pada bulan Juli pihaknya berhasil mengamankan 540 spanduk dan atribut tak berizin. Sedangkan pada Agustus sebanyak 497 atribut diamankan, pada September sebanyak 384 atribut diamankan dan pada Oktober sebanyak 497 atribut diamankan dan pada November sebanyak 724 atribut diamankan.

"Saya juga telah menginstruksikan Satpol PP di setiap wilayah untuk melakukan penurunan spanduk yang menyalahi aturan. Selain juga kami panggil pemilik spanduk untuk diberi pembinaan, karena mereka telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum," ungkapnya.

Dudi menambahkan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Keuangan Daerah (BKD) terkait peningkatan pajak. Hal ini dilakukan juga untuk memonitoring baliho atau reklame yang masa pajaknya sudah lewat, agar bisa dilakukan pembinaan atau pun penindakan terhadap reklame tersebut.

"Kami juga koordinasi dengan teman-teman di BKD terutama Pajak, untuk komunikasikan bagaimana peningkatan pajak. Bagi yang sudah habis masa pajaknya apakah nanti bisa diingatkan melalui perizinan dan sebagainya, karena kalau tidak diingatkan mereka tidak tahu," pungkas Dudi.


Berita Terkait
  • Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Depok Ditertibkan
  • Wali Kota Tolak Gratiskan Rusun untuk Korban Penggusuran
  • Wali Kota Tangerang: Warga Lebih Memilih Tinggal di Kuburan
Berita Lainnya
  • Anies: Banjir Kemarin Tanggung Jawab Saya
  • Bawaslu Jabar Ajak Warga Bantu Awasi Pilgub

Jelang Tahun Baru, Spanduk Liar di Depok Kian Marak

Jelang Tahun Baru, Spanduk Liar di Depok Kian Marak

Jelang Tahun Baru, Spanduk Liar di Depok Kian Marak

Jelang Tahun Baru, Spanduk Liar di Depok Kian Marak

Jelang Tahun Baru, Spanduk Liar di Depok Kian Marak

Berita Terkait
Berita Populer Dari Republika Online
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar