0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Periksa 13 Saksi

inilahcom
inilahcom - Thu, 04 Apr 2019 20:32
Dilihat: 94
Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Periksa 13 Saksi

Kediri - Polda Jawa Timur menerjunkan tim khusus untuk mengungkap kasus pembunuhan mutilasi terhadap Budi Hartanto (28) guru honorer SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri.


Bersama Polres Blitar dan Polresta Kediri serta Polres Kediri telah memeriksa sebanyak 13 orang saksi.

"Kami melakukan pemeriksaan beberapa saksi untuk membuat terang suatu peristiwa ini," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (4/4/2019).

Belasan orang saksi yang dimintai keterangan tersebut berasal dari teman-teman korban dan orang lain. Pemeriksaan dilakukan di Polresta Kediri dan juga di Polres Blitar. Sementara itu, dalam penjelasan Kombes Frans Barung Mangera, dari hasil otopsi ditemukan beberapa struktur luka dibagian tangan dan leher korban.

"Kita merangkai satu persatu hasil penyelidikan baik di locus delicti (TKP penemuan jenazah) maupun di tempat lain. Apakah pembunuhan ini karena motiv perampokan, pengambilan uang, atau motiv lain, kita sudah mengerucut. Karena sepeda motonya juga belum kita temukan. Dari sekian banyak saksi yang ada dibantu dengan Polda, kami yakin bisa mengungkap dalam waktu yang secepatnya," imbuh Barung.

Darmaji, ayah korban mengakui, apabila sepeda motor Honda Scoopy milik almarhum hingga saat ini belum ditemukan. Kendaraan roda dua tersebut dipakai korban saat pergi ke kafe miliknya di kawasan GOR Jayabaya, Kota Kediri, pada Selasa (2/4/2019) sebelum peristiwa terjadi. Di kafe yang juga digunakan sebagai sanggar tari itu, Budi sempat berlatih menari untuk menghadapi tawaran perform di Grand Panglima.

"Hari Selasa sekitar pukul 20.00 WIB, saya masih melihat Budi ada di sanggarnya. Saya melihat dari luar, dia sedang latihan. Kemudian saya pulang. Tahu-tahu, keesokan paginya saya dikabari anggota kepolisian bahwa Budi sudah meninggal dunia," ungkap Darmaji.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjual susu sapi ini menambahkan, selain satu unit sepeda motor Scoopy, sejumlah uang di dalam dompet putra sulungnya juga raib. Dompet tersebut juga berisi beberapa kartu ATM milik korban dan milik ayahnya serta deposito uang kurang lebih Rp 67 juta.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat tanpa busana berada di dalam sebuah koper ditemukan seorang pencari rumput dibawah jembatan kawasan Udanawu, Blitar, Rabu (4/4/2019) pagi. Jenazah korban mutilasi tersebut terkuak bernama Budi Hartanto (28) guru honorer SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri yang beralamat di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Pengungkapan identitas korban dilakukan kepolisian melalui alat Mambis melalui rekam sidik jari digital korban. Hasil identifikasi tersebut kemudian dibenarkan oleh keluarganya. Darmaji, ayah korban yang melihat langsung kondisi jenazah. Meskipun bagian kepalanya belum ditemukan, tetapi karena kehendak keluarga, akhirnya jenazah dipulangkan ke rumah duka untuk proses pemakaman. [beritajatim]

Sumber: inilahcom

Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Periksa 13 Saksi

Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Periksa 13 Saksi

Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Periksa 13 Saksi

Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Periksa 13 Saksi

Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Periksa 13 Saksi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya