0
Thumbs Up
Thumbs Down

Muslim Diteror, Sri Lanka Blokir Media Sosial

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 14 May 2019 09:07
Dilihat: 39
Jakarta

Setelah peristiwa serangan terhadap masjid dan bisnis milik Muslim yang menjadi kerusuhan terburuk sejak pemboman Paskah oleh militan Islam, Sri Lanka telah memblokir sementara beberapa jaringan media sosial maupun aplikasi pengiriman pesan, termasuk WhatsApp dan juga Facebook.

Sebagaimana dikutip dari CNA, Sri Lanka telah meningkatkan keamanan ketika munculnya kekhawatiran bahwa umat Muslim minoritas di antara 22 juta penduduknya bisa saja dihadapkan dengan kekerasan sektarian setelah pembom Islam meledakkan diri di empat hotel dan tiga gereja, yang menewaskan lebih dari 250 orang.

"Media sosial diblokir lagi sebagai langkah sementara untuk menjaga perdamaian di negara itu," kata Nalaka Kaluwewa, direktur jenderal departemen informasi pemerintah, kepada Reuters.

Operator telepon seluler terkemuka Sri Lanka, Dialog Axiata Plc di akun Twitter-nya, mengungkapkan bahwa mereka juga telah menerima instruksi untuk memblokir aplikasi Viber, IMO, Snapchat, Instagram maupun Youtube sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Baca Juga: Dampak Aksi Bom Paskah, Kunjungan Wisatawan ke Sri Lanka Anjlok Drastis

Situasi memang tidak kondusif. Bayangkan, sejumlah orang melemparkan batu ke masjid-masjid maupun toko-toko milik Muslim. Ada pula seorang pria dipukuli di kota Chilaw yang mayoritas penduduknya merupakan umat Kristiani di pantai barat ketika terlibat dalam perselisihan yang dimulai di Facebook, sumber kepolisian dan penduduk mengatakannya kepada Reuters.

Pihak berwenang pun mengatakan, mereka menahan penulis sebuah posting Facebook, yang diidentifikasi sebagai Abdul Hameed Mohamed Hasmar, berusia 38 tahun, yang komentar daringnya berbunyi: "Satu hari akan menangis" yang menurut orang ditafsirkan sebagai ancaman kekerasan.

Pihak berwenang telah menangkap sekelompok pria di distrik terdekat Kurunegala karena diduga menyerang bisnis milik Muslim, kata sebuah sumber kepolisian kepada Reuters.

Juru bicara militer Sumith Atapattu mengatakan, orang-orang di distrik yang kebanyakan beragama Buddha itu menuntut pembebasan pria itu.

"Untuk mengendalikan situasi, jam malam polisi diberlakukan pada malam hari," pungkas Atapattu.

Baca Juga: Pasca-Insiden Bom, Pihak Berwenang Sri Lanka Blokir Media Sosial

Penulis: Redaksi

Editor: Rosmayanti


Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte

Sumber: wartaekonomi

Muslim Diteror, Sri Lanka Blokir Media Sosial

Muslim Diteror, Sri Lanka Blokir Media Sosial

Muslim Diteror, Sri Lanka Blokir Media Sosial

Muslim Diteror, Sri Lanka Blokir Media Sosial

Muslim Diteror, Sri Lanka Blokir Media Sosial

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri