0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polri Jamin Pengamanan Pemilu tidak Represif

Republika Online
Republika Online - Fri, 14 Sep 2018 23:08
Dilihat: 42
Polri Jamin Pengamanan Pemilu tidak Represif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri melakukan simulasi pengamanan pemilu di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (14/9). Dalam simulasi itu, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto menegaskan, Polri tidak akan bertindak langsung represif dalam mengamankan pemilu.

"Bahwa Polri tidak ada tindakan langsung eksekusi ataupun terlalu represif," ujar Ari Dono saat simulasi pengamanan, Jumat (14/9). Simulasi yang dilakukan, kata Ari untuk mematangkan tindakan Polri dalam mengamankan pemilu 2019 mendatang.

Ari menjelaskan, dari simulasi yang dilakukan, akan ada beberapa koreksi dalam sejumlah hal. Ari menilai ada sejumlah tindakan teknis yang mesti diperbaiki oleh jajarannya. Namun ia enggan mengungkapkan strategi apa yang akan dilakukan personelnya. "Strategi, teknis, saya tidak mungkin sampaikan," ujarnya.

Dalam melakukan pengamanan pemilu, maka akan diawali oleh dalmas (pengendalian massa), polwan, imbauan-imbauan, dan negosiasi terlebih dahulu dulu. Artinya, kata dia, pengamanan dilakukan bertahap dengan lunak terlebih dahulu.

Bila ada kejadian yang tidak terkontrol dengan pendekatan lunak, maka penindakan akan sampai dengan tindakan pembubaran massa, sampai dengan diturunkannya tim anarkis. Ari menjelaskan, tim anarkis bertindak ketika memang sudah ada berjatuhan korban, baik korban manusia ataupun kerusakan harta benda yang biasanya dilakukan pada saat setelah ada pembubaran.

"Kalau dengan peringatan, tembakan peringatan ke udara dia tidak mengindahkan bahkan menyerang, secara bertahap dimainkan perkap 01 sampai dengan melumpuhkan," ujarnya.

Menurut Ari Dono, saat ini Polri sedang menganalisis dari segi waktu dan efektivitas personel dalam mengamankan pemungutan suara dalam suatu tempat pemungutan suara. Polri melakukan penyempurnaan-penyempurnaan dalam pelatihan supaya personel bisa memahami tindakan yang harus dilakukan. "Ketika dia akan main nanti sudah tidak bingung lagi. Intinya gitu. Ini udah bagus," ujar dia.

Ari Dono menambahkan, simulasi yang dilakukan dinilainya sudah cukup baik. Sehingga, pada saatnya nanti, pengamanan pemilu diyakininya sudah cukup baik.

Berita Terkait
  • Eks Koruptor Boleh Nyaleg, KPU akan Pelajari Putusan MA
  • MA Putuskan Mantan Koruptor Boleh Jadi Caleg
  • 7 Juta Pemilih Berpotensi tak Bisa Nyoblos di Pemilu 2019
Berita Lainnya
  • Pemerintah Incar Pinjaman AIIB untuk Proyek Kereta dan EBT
  • Elek Yo Band Meriahkan Konser Amal untuk NTB

Polri Jamin Pengamanan Pemilu tidak Represif

Polri Jamin Pengamanan Pemilu tidak Represif

Polri Jamin Pengamanan Pemilu tidak Represif

Polri Jamin Pengamanan Pemilu tidak Represif

Polri Jamin Pengamanan Pemilu tidak Represif

Berita Populer Dari Republika Online
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar