0
Thumbs Up
Thumbs Down

Test Ride Yamaha Lexi S: Bukan Untuk Pemula? (Part 1)

Oto
Oto - Thu, 12 Jul 2018 00:00
Dilihat: 317
Test Ride Yamaha Lexi S: Bukan Untuk Pemula? (Part 1)Lexi 125, Maxi Yamaha berkapasitas mesin paling kecil dan harga termurah. Berdasar dua fakta itu, apa lantas skutik bongsor ini cocok ditunggangi pemula? Belum tentu.Mahar mulai dari Rp 19,95 juta (OTR Jakarta), memang membuat Yamaha Lexi sanggup bersaing dengan Honda Vario 125 selaku kompetitor. Ditambah desain elegan Lexi berbalut warna matte, sangat sesuai tren otomotif masa kini.Fitur berlimpah juga daya tarik lain. Yamaha sudah memberi power charger untuk mengisi daya smartphone. Ada pula lampu depan LED dan panel instrumen digital. Bahkan di varian tertinggi atau Lexi S seperti unit test ride ini, tersemat fitur keyless yang lebih sulit dibobol maling.Walau menarik, perlu diingat DNA Maxi Yamaha mengalir deras dalam darahnya. Ini berarti Lexi bukan skutik entry level seperti Mio, meski kapasitas mesinnya sama-sama 125 cc. Tubuh bongsor Lexi, jelas jadi pembeda. Dimensi panjangnya mencapai 1.970 mm, lebar 720 mm dan tinggi 1.135 mm. Bandingkan dengan Mio yang punya dimensi panjang 1.870 mm, lebar 685 mm dan tinggi 1.035 mm.Besar belum tentu baik, apalagi buat pemula. Melihat tubuh bongsornya saja bisa mengintimidasi. Apalagi ditambah posisi jok yang lebih tinggi 35 mm dari Mio. Bahkan jok NMax masih lebih rendah 20 mm dibanding Lexi. Saya selaku pria berpostur 168 cm, sungguh kesulitan menapakkan kaki ke aspal. Bagi penunggang motor berpengalaman, mungkin bukan masalah. Hanya saja untuk pemula, ini sangat mengurangi rasa percaya diri ketika berkendara. Diajak melewati kemacetan, saya merasa agak kesulitan meliuk-liuk bersama Lexi. Terlebih bila berboncengan. Bodi bongsor dan jarak sumbu roda sampai 1.350 membuat goyangan Lexi kurang gesit. Total bobot Lexi mencapai 113 Kg juga kendala tersendiri.Inilah bukti, Lexi tidak cocok untuk pemula. Walau tidak serta merta pemula dilarang menungganginya. Ingat, biker berpengalaman pasti memulainya sebagai pemula. Jadi dengan beberapa penyesuaian, pemula pun saya yakin bisa menaklukkannya. Memang butuh waktu. Tapi ketika sudah mampu menguasai Lexi, percayalah rasanya sangat menyenangkan.Stang lebar nan tinggi serta pijakan kaki luas, membuat tubuh begitu rileks berada di atas motor. Kaki dapat meregang untuk meningkatkan kenyamanan, meski tidak sefleksibel NMax. Plus performanya mantap. Spesifikasi di atas kertas, mesin Lexi sanggup melontarkan torsi puncak mengeluarkan torsi 11,3 Nm pada 7.000 rpm dan tenaga maksimal 11,89 PS pada 8.000 rpm. Padahal kapasitas mesinnya cuma 125 cc, tapi penyematan katup variabel (VVA) yang membuatnya istimewa.Dengan VVA, jantung mekanis ini dapat mengatur bukaan katup untuk menyesuaikan bahan bakar dan udara yang masuk. Pengaturan low speed cam membuat bukaan katup tidak terlalu besar, berdampak ke penggunaan bahan bakar sedikit berkurang. Sedangkan high speed cam menyebabkan bukaan katup semakin besar, bahan bakar dan udara masuk lebih banyak dan performa lebih mantap.Soal irit, saya membuktikannya sendiri. Setelah berkendara 130,2 km keliling Jakarta melewati berbagai kondisi jalan, ternyata Lexi sukses membukukan konsumsi BBM 41 Kpl. Informasi ini didapatkan lewat panel instrumennya yang informatif. Selain mampu menyediakan data konsumsi bahan bakar rata-rata, bisa juga memberitahukan putaran mesin, jarak tempuh, kecepatan, tegangan aki dan lain-lain. Bahkan tersedia fitur pengaturan kecerahan agar tidak terasa silau malam hari.Sementara untuk performa mantapnya, dapat dirasakan setelah 6.000 rpm atau VVA aktif. Ditandai dengan logo VVA di panel instrumen. Ketika itu terjadi, Lexi seperti mendapat tenaga tambahan yang membuat napasnya begitu panjang. Kemampuan ini terutama sangat memudahkan saya bila ingin menyalip kendaraan lain. Diajak melesat dalam kecepatan tinggi, Lexi pun menyenangkan. Lajunya sangat stabil meski berada di kecepatan tinggi. Ukuran ban lebar serta racikan suspensi tepat jadi alasan. Dengan jarak sumbu roda panjang, membuat manuvernya pun menyenangkan. Dengan sangat percaya diri, saya menikung cepat saat jalanan lengang.Adakah kekurangannya? Simak bahasan di Test Ride Yamaha Lexi (Part. 2). (Lod/Van)Baca Juga: Moto Guzzi V85, Motor Enduro Klasik untuk Era Modern
Sumber: Oto

Test Ride Yamaha Lexi S: Bukan Untuk Pemula? (Part 1)

Test Ride Yamaha Lexi S: Bukan Untuk Pemula? (Part 1)

Test Ride Yamaha Lexi S: Bukan Untuk Pemula? (Part 1)

Test Ride Yamaha Lexi S: Bukan Untuk Pemula? (Part 1)

Test Ride Yamaha Lexi S: Bukan Untuk Pemula? (Part 1)

PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
Rumah
rumah123
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar