0
Thumbs Up
Thumbs Down

Uni Eropa Apresiasi Standar Perkebunan Sawit Indonesia

okezone
okezone - Mon, 13 May 2019 11:04
Dilihat: 46
Uni Eropa Apresiasi Standar Perkebunan Sawit Indonesia

JAKARTA - Sembilan negara anggota Uni Eropa (UE), yakni Belgia, Spanyol, Finlandia, Irlandia, Swedia, Hongaria, Belanda, dan Inggris serta Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) berkunjung ke perkebunan sawit anggota ISPO di Provinsi Riau pada 8-9 Mei 2019.

Kunjungan yang dihadiri perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) merupakan kegiatan diinisiasi Ditjen Amerika dan Eropa (Amerop) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memberikan pemahaman dan bukti nyata penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai komitmen Indonesia menerapkan ske ma keberlanjutan.

"Dalam kunjungan itu, UE aktif berdialog dengan para pemangku kepentingan sawit mulai dari pemerintah, dunia usaha, dan petani. Dalam dialog dengan para petani, UE mulai memahami bahwa ISPO merupakan bagian penting dari komitmen Indonesia yang mampu meningkatkan produksi TBS hingga 50%, memperbaiki kualitas, serta mendorong kenaikan harga jual. Mereka sangat mengapresiasi hal tersebut," kata Kepala Sekretariat Komisi ISPO Azis Hidayat di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Menko Darmin: RI-Uni Eropa Bentuk Tim Bersama soal Sawit

UE memuji para petani anggota ISPO yang punya pengetahuan teknis baik terkait pengelolaan sawit produktif dan berkelanjutan.

"Bahkan UE mendorong agar petani lebih banyak dilibatkan dalam skema ISPO. Hal ini karena perkebunan sawit di Indonesia merupakan bagian penting dari ekonomi kerakyatan dengan lebih dari 40% kebun petani di da lam nya," kata Aziz.

Menurut Aziz, dari kunjungan itu, UE semakin memahami bahwa Pemerintah Indonesia punya transparansi dan komit men kuat serta dalam melakukan pengelolaan berkelanjutan. Bahkan, UE baru mengetahui bahwa ISPO tidak sekadar meng adopsi prinsip-prinsip internasional, tapi juga punya standar di atas rata-rata kriteria yang dipersyaratkan lembaga sertifikasi internasional.

"ISPO tidak hanya mempersyaratkan No Deforestasi, No Peat, dan No Exploitation (NDPE). Ada kriteria tambahan, seperti tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat, serta memikirkan peningkatan usaha secara berkelan jutan. Semuanya ada tujuh prinsip yang harus diikuti sebelum diterima sebagai anggota ISPO," kata Aziz.

Baca Juga: 16 Juta Pekerja Sawit Terancam Kebijakan Diskriminasi Eropa

Pemerintah juga memberi pemahaman bahwa produksi minyak sawit dengan skema ISPO punya peran besar mengurangi deforestasi dan memperbaiki kondisi lingkungan. Bambang Aria Wisena, Ketua Bidang Fiskal Gabungan Peng usaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), mengharapkan ISPO menjadi platform utama bagi keberlanjutan industri sawit Indonesia.

Sebagai sertifikat wajib, ISPO dengan kendali regulasi yang ketat sangat membantu industri sawit meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, ber tanggung jawab, dan legal.


Penguatan ISPO juga menjadi bagian penting mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia sekaligus penghasil komoditas penghasil devisa tertinggi di Indonesia.

Sumber: okezone

Uni Eropa Apresiasi Standar Perkebunan Sawit Indonesia

Uni Eropa Apresiasi Standar Perkebunan Sawit Indonesia

Uni Eropa Apresiasi Standar Perkebunan Sawit Indonesia

Uni Eropa Apresiasi Standar Perkebunan Sawit Indonesia

Uni Eropa Apresiasi Standar Perkebunan Sawit Indonesia

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya